Suara.com - Dalam uji klinis terkontrol, vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna telah terbukti dapat melindungi dari Covid-19 dan melindungi orang menyebarkan virus. Dalam hal ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan bahwa studi barunya menunjukkan keefektifan vaksin juga bertahan di dunia nyata.
"Bahwa orang yang divaksinasi tidak membawa virus," ujar Direktur CDC Rochelle P. Walensky, MD kepada Health.
Penelitian dari CDC melibatkan 3.950 personel perawatan kesehatan, penanggap pertama, dan pekerja penting yang pekerjaannya menempatkan mereka pada risiko lebih besar terinfeksi virus. Dari para pekerja ini, 2.479 (62,8 persen) menerima dosis yang direkomendasikan baik dari vaksin Pfizer atau Moderna dan 477 (12,1 persen) hanya menerima satu dosis.
Melansir dari Health, selama 13 minggu antara 14 Desember 2020 hingga 13 Maret 2021, CDC secara rutin menguji para pekerja untuk Covid-19. Tes dilakukan setiap minggu dan segera setelah seseorang mulai merasakan gejala potensial virus.
Risiko infeksi berkurang hingga 90 persen di antara mereka yang divaksinasi penuh. Vaksinasi satu dosis juga memberikan manfaat perlindungan, mengurangi risiko infeksi hingga 80 persen dua minggu setelah menerima dosis pertama.
Pengurangan risiko ini tidak hanya untuk infeksi bergejala, tetapi juga infeksi asimtomatik dan pra-gejala.
"Studi ini menunjukkan bahwa upaya vaksinasi nasional kami berhasil. Vaksin mRNA Covid-19 resmi memberikan perlindungan dunia nyata," kata Dr. Walensky dalam sebuah pernyataan.
Lalu apakah vaksin juga menurunkan risiko penularan?
"Seperti yang dikatakan direktur CDC, studi baru ini memberikan bukti dunia nyata yang menunjukkan bahwa jika Anda divaksinasi penuh, Anda hampir tidak dapat terinfeksi virus atau sebagai vektor penyebaran," ujar Amesh A. Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security.
Baca Juga: Wagub DKI Sebut Pemprov Terus Genjot Vaksinasi Covid-19 Lansia
Meski begitu, CDC masih merekomendasikan agar orang yang divaksinasi penuh mengikuti pedoman keamanan Covid-19 yang mencakup menghindari pertemuan berskala sedang atau besar dan mengenakan masker di depan umum.
"Data awal menunjukkan bahwa vaksin dapat membantu mencegah orang menyebarkan Covid-19, tetapi kami masih belajar lebih banyak karena semakin banyak orang yang divaksinasi," kata badan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan