Health / Konsultasi
Minggu, 04 April 2021 | 14:56 WIB
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Pekan lalu, mantan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Robert Redfield mengatakan dirinya masih yakin bahwa virus corona Covid-19 berasal dari kebocoran laboratorium di China.

Pernyataan Redfield pun dibantah sejumlah ahli virus. Beberapa mengatakan teorinya terdengar seperti sesuatu yang muncul dalam buku komik.

Ahli virus Robert Garry dari Tulane University dan rekannya telah menerbitkan penelitian selama setahun yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 terbentuk secara alami pada hewan dan kemungkinan besar tidak direkayasa di laboratorium.

Studi genetik juga menunjukkan bahwa virus mamabawa semua ciri alam dan tidak ada sidik jari yang tertinggal oleh manipulasi laboratorium.

"Hal-hal apa yang menentang teori kebocoran laboratorium? Jumlahnya sangat banyak," kata Garry, dilansir CNN.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Laporan dari tim penyelidik asal usul virus corona Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan teori tersebut merupakan yang paling kecil kemungkinannya dari empat skenario yang mereka pertimbangkan.

Kemungkinan paling besar adalah bahwa virus menyebar dari inang aslinya, mungkin kelelawar, ke hewan lain dan menular ke manusia.

"Sebagian besar dari kita di lab, ketika mencoba menumbuhkan virus, kita mencoba membantu membuatnya tumbuh lebih baik, dan lebih baik, sehingga kita dapat melakukan eksperien dan mencari tahu tentang virus itu," jelas Garry.

"Begitu juga yang akan terjadi dalam film atau semacam thriller atau buku komik," sambungnya.

Baca Juga: Uji Laboratorium : Beras Sulsel Tercemar Logam Berat, Bisa Timbulkan Kanker

Garry mempelajari virus corona di lapangan dan laboratorium, kemudian menerbitkan studinya pada Maret tahun lalu yang menunjukkan virus muncul secara alami.

Load More