Suara.com - Orang dengan autoimun atau Odamun bisa mendapatkan vaksin Covid-19 asalkan kondisi tubuhnya stabil.
Namun dokter mengingatkan jika dalam masa jeda penyuntikan dosis kedua vaksin, Odamun mengalami kekambuhan maka vaksinasi harus ditunda.
"Panduan American Collage of Rheumatology bahwa vaksinasi Covid bisa dilakukan untuk semua penyandang rematik autoimun kecuali memang kalau sedang flaire dengan kondisi sangat berat," kata Dokter spesialis penyakit dalam konsultas reumatologi dr. Sandra Shintya Langow, Sp.PD-KR., dalam webinar 'Odamun Bisa Vaksin Covid-19', Minggu (4/3/2021).
Tetapi dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kekambuhan yang ringan pada Odamun dapat jadi pengecualian dan vaksin Covid-19 masih bisa dilanjutkan.
"Kalau flaire ringan tetap bisa lakukan vaksinasi, karena dianggap manfaat vaksin lebih banyak dibandingkan efek samping," ucap dokter Sandra.
Berdasarkan penelitian, penyuntikan vaksin memang lebih efektif jika dilakukan sesuai dengan jadwal, lanjut dokter Sandra.
Sejumlah vaksin Covid-19, terutama yang sudah beredar di Indonesia, memiliki masa jeda penyuntikan berbeda pada tiap dosis.
"Misalnya kalau pada vaksin Sinovac jarak dua minggu atau pada vaksinasi orang tua dengan jarak 28 hari. Kalau AstraZeneca yang ada sekarang ini antara 8 minggu sampai dengan 12 minggu. Tentunya kalau misalnya memungkinkan lebih baik harus mengikuti jadwal" ucapnya.
Ketua Dewan Pengawas Yayasan Sjogren's Syndrome Indonesia itu mengingatkan agar setiap pasien autoimun harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin Covid-19.
Baca Juga: Dokter Sebut Efektivitas Vaksin Covid-19 Berkurang pada Pasien Autoimun
Hal itu juga sejalan dengan arahan dari Perhimpunan Ahli Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang telah merekomendasikan pasien autoimjn bisa mendapatkan vaksin Covid-19 asalkan dalam kondisi stabil dan kdiizinkan oleh dokter yang menanganinya.
"Kalau memang ada kendala-kendala, ya tentunya tetap harus dihentikan dulu. Sesegera mungkin setelah kendalanya teratasi, segera melakukan vaksinasi kembali," ucap dokter Sandra.
Berita Terkait
-
Rey Mbayang Idap Autoimun Psoriasis, Alami Kerontokan Rambut Parah
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien