Health / Konsultasi
Minggu, 04 April 2021 | 15:43 WIB
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Suara.com - Orang dengan autoimun atau Odamun bisa mendapatkan vaksin Covid-19 asalkan kondisi tubuhnya stabil.

Namun dokter mengingatkan jika dalam masa jeda penyuntikan dosis kedua vaksin, Odamun mengalami kekambuhan maka vaksinasi harus ditunda.

"Panduan American Collage of Rheumatology bahwa vaksinasi Covid bisa dilakukan untuk semua penyandang rematik autoimun kecuali memang kalau sedang flaire dengan kondisi sangat berat," kata Dokter spesialis penyakit dalam konsultas reumatologi dr. Sandra Shintya Langow, Sp.PD-KR., dalam webinar 'Odamun Bisa Vaksin Covid-19', Minggu (4/3/2021).

Tetapi dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kekambuhan yang ringan pada Odamun dapat jadi pengecualian dan vaksin Covid-19 masih bisa dilanjutkan.

Seorang petugas kesehatan mengambil cairan vaksin dengan alat suntik untuk program vaksinasi Covid - 19 kepada sejumlah warga lanjut usia di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kalau flaire ringan tetap bisa lakukan vaksinasi, karena dianggap manfaat vaksin lebih banyak dibandingkan efek samping," ucap dokter Sandra.

Berdasarkan penelitian, penyuntikan vaksin memang lebih efektif jika dilakukan sesuai dengan jadwal, lanjut dokter Sandra.

Sejumlah vaksin Covid-19, terutama yang sudah beredar di Indonesia, memiliki masa jeda penyuntikan berbeda pada tiap dosis.

"Misalnya kalau pada vaksin Sinovac jarak dua minggu atau pada vaksinasi orang tua dengan jarak 28 hari. Kalau AstraZeneca yang ada sekarang ini antara 8 minggu sampai dengan 12 minggu. Tentunya kalau misalnya memungkinkan lebih baik harus mengikuti jadwal" ucapnya.

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Sjogren's Syndrome Indonesia itu mengingatkan agar setiap pasien autoimun harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca Juga: Dokter Sebut Efektivitas Vaksin Covid-19 Berkurang pada Pasien Autoimun

Hal itu juga sejalan dengan arahan dari Perhimpunan Ahli Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang telah merekomendasikan pasien autoimjn bisa mendapatkan vaksin Covid-19 asalkan dalam kondisi stabil dan kdiizinkan oleh dokter yang menanganinya.

"Kalau memang ada kendala-kendala, ya tentunya tetap harus dihentikan dulu. Sesegera mungkin setelah kendalanya teratasi, segera melakukan vaksinasi kembali," ucap dokter Sandra.

Load More