Suara.com - Di tengah upaya vaksinasi dan adanya varian baru virus corona Covid-19, seseorang mungkin lebih sulit untuk membedakan antara alergi musiman, infeksi virus corona dan efek samping pasca vaksinasi.
Dr Fred Davis, seorang dokter gawat darurat di pusat medis Yahudi Northwell Health Long Island di Long Island, New York, mengatakan seseorang menjadi lebih sulit membedakan alergi dari infeksi virus corona Covid-19, terutama ketika keduanya bisa menyebar pada waktu yang sama dalam setahun.
Tapi, ada beberapa perbedaan Utama di antara ketiganya yang mungkin membuat seseorang lebih mudah membedakannya.
"Saya selalu bertanya tentang gatal dan demam yang merupakan pembeda besar. Alergi biasanya tidak menyebabkan demam tetapi membuat Anda merasa gatal," kata Dr John Whyte, kepala petugas medis dari WebMD dikutip dari Fox News.
Dr John Whyte mengatakan ada satu perbedaan Utama antara infeksi virus corona Covid-19 dan alergi musim semi yang bisa diperhatikan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga membedakan antara gejala alergi dan virus corona.
Gejala dari keduanya bisa berupa batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, sakit kepala, sakit tenggorokan dan hidung tersumbat atau pilek. Sedangkan, gejala yang sering terjadi pada infeksi virus corona Covid-19 termasuk demam, menggigil, nyeri otot dan tubuh, hilangnya rasa dan bau, muntah dan diare.
"Infeksi virus sering membuat Anda menggigil atau demam dan sangat lelah. Alergi biasanya tidak membuat Anda sangat lelah.Alergi tidak membuat Anda sesak napas atau menyebabkan diare yang bisa terjadi pada orang infeksi virus corona Covid-19," kata Dr John Whyte.
Sementara, vaksinasi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan efek samping berupa nyeri di lengan, kelelahan dan sakit kepala. Semua gejala ini biasanya terjadi dalam waktu 4 jam atau lebih setelah vaksinasi dan akan sembuh dalam 24-36 jam.
Secara keseluruhan, Anda disarankan menjalani tes Covid-19 dan mengikuti pedoman CDC untuk menghindari penyebaran penyakit jika tidak yakin dan khawatir Anda mungkin telah terinfeksi virus corona Covid-19.
Baca Juga: Virus Corona Mutan Ganda dari India Ditemukan di AS, Seberapa Berbahaya?
Anda harus segera menghubungi dokter atau layanan darurat medis bila mengalami kemerahan atau nyeri yang memburuk setelah 24 jam, efek samping mengkhawatirkan atau tidak hilang dalam beberapa hari setelah suntik vaksin Covid-19.
Berita Terkait
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma