Suara.com - Diet yang jadi tren tak selalu baik untuk kesehatan. Sebab, beberapa diet tertentu malah bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.
Melansir dari Eat This, berikut beberapa diet atau pola makan yang malah membahayakan kesehatan, antara lain:
1. Diet Keto
Diet keto membatasi asupan karbohidrat sambil meningkatkan asupan lemak dan protein.
"Meskipun diet keto dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk epilepsi, namun efek jangka panjang dari diet ketogenik pada populasi umum sebagian besar tidak diketahui," kata Serena Poon, ahli gizi.
Diet keto cenderung membuat pengikutnya overdosis daging dan mengabaikan makanan nabati. "Sayur dan buah merupakan sumber penting vitamin, mineral, fitonutrien, dan antioksidan yang benar-benar mendukung kesehatan yang optimal," kata Poon.
"Pola makan yang kurang dalam makanan ini dapat membuat Anda kekurangan nutrisi dan tanpa perlindungan terhadap penyakit," imbuhnya. Selain itu, dia menambahkan bahwa diet tinggi daging merah dan lemak jenuh telah terbukti meningkatkan peradangan.
2. Diet Jus Detoks
Jus pembersih jenis detoks biasanya sangat ketat dan rendah kalori yang mungkin berguna untuk menurunkan berat badan dengan cepat.
Baca Juga: Jarang Disadari, Ini 5 Kebiasaan Diet yang Salah
"Namun, mereka juga dapat memengaruhi laju metabolisme Anda," kata Dr. Josh Axe, D.N.M., C.N.S, D.C., seorang ahli nutrisi.
3. Diet Alkali
Diet alkali terfokus pada mengurangi makanan asam yang diklaim buruk bagi kesehatan. Diet ini menekankan pada konsumsi makanan dengan makanan alkali, yang dikatakan membantu tubuh Anda menyeimbangkan pH.
"Diet ini menghilangkan banyak makanan bergizi, termasuk ikan, biji-bijian, dan produk susu, yang semuanya mengandung nutrisi yang sulit didapat di kelompok makanan lain," kata Keith Thomas-Ayoob, EdD, RD, FAND.
"Ini cukup rendah lemak omega-3 misalnya, karena ikan berlemak (dan hampir semua ikan) dilarang, seperti kacang-kacangan seperti kenari yang juga mengandung lemak omega-3 dihindari dalam diet ini," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia