Suara.com - Lonjakan kasus penularan Covid-19 di India saat ini disebut lebih parah daripada tahun 2020 lalu. Kekinian, angka infeksi Covid-19 di negara tersebut telah melampaui 200 ribu per hari, menjadi rekor terbanyak infeksi harian di dunia.
Dikutip situs worldometers.info tercatat ada 836.235 orang di seluruh dunia dilaporkan baru terinfeksi Covid-19. Membuat akumulasi jumlah kasus Covid-19 per Jumat (16/4) pukul 08.01 WIB mencapai 139,66 juta.
Seperempat kasus baru tersebut disumbangkan India dengan jumlah 216.850 infeksi. India masih jadi negara kedua dengan jumlah kasus sebanyak yaitu dengan 14,28 juta.
Dampak lonjakan penularan virus tersebut, banyak rumah sakit di India dilaporkan penuh. Bahkan beberapa warga bergegas untuk mengamankan tempat tidur di rumah sakit bagi kerabat yang terkena virus corona.
Penularan infeksi baru itu berpusat di negara bagian Maharashtra. Maharashtra telah memulai pembatasan wilayah dengan menerapkan jam malam untuk mengendalikan penyebaran infeksi.
Pemerintah setempat menyalahkan lonjakan kasus meluas karena masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan untuk menjaga jarak fisik dan penggunaan masker.
"Situasinya mengerikan. Kami adalah rumah sakit dengan 900 tempat tidur, tetapi ada sekitar 60 pasien yang menunggu dan kami tidak memiliki tempat untuk mereka," kata Avinash Gawande, seorang pejabat rumah sakit pemerintah di kota industri Nagpur, dikutip dari Channel News Asia.
Saat infeksi meningkat, dokter memperingatkan lonjakan itu bisa lebih mematikan daripada pandemi tahun lalu.
"Virus ini lebih menular dan ganas. Kami memiliki 35 tahun dengan pneumonia dalam perawatan intensif, yang tidak terjadi tahun lalu," kata dokter anak Dhiren Gupta, di Rumah Sakit Sir Ganga Ram.
Baca Juga: Menu Buka Puasa, Strawberry Lassi Khas India yang Unik dan Menyegarkan
Lantaran banyaknya pasien, sejumlah rumah sakit telah kekurangan oksigen. Pasokan oksigen, yang sangat penting untuk mengatasi kesulitan bernapas, menipis di tempat-tempat seperti Gujarat, negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi.
"Jika kondisi seperti itu terus berlanjut, jumlah korban tewas akan meningkat," kata kepala badan medis di kota industri negara bagian Ahmedabad kepada menteri utamanya dalam sebuah surat.
Meskipun menyuntikkan vaksin Covid telah diberikan sekitar 113 juta dosis, angka tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat dan China, tetapi India hanya mencakup sebagian kecil dari 1,4 miliar penduduknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi