Suara.com - Olahraga adalah bagian kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat, termasuk saat puasa. Tapi, banyak orang yang bingung memilih olahraga terbaik saat puasa, dan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Terlepas dari fakta bahwa kita mengalami kekurangan energi saat puasa, olahraga sangatlah disarankan untuk menjaga fisik tetap aktif dan bugar. Dilansir melalui Okadok, berikut pilihan waktu yang terbaik untuk berolahraga bagi umat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa.
Satu jam sebelum buka puasa
Berolahraga 1 jam sebelum buka puasa paling sering direkomendasikan, karena Anda dapat dengan cepat mengisi kembali energi dan cairan yang hilang di waktu berbuka puasa. Dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa menikmati manfaat berolahraga dengan perut kosong, yaitu membakar lemak dan menurunkan berat badan.
Jika Anda memilih waktu latihan menjelang buka puasa, beberapa jenis latihan yang bisa Anda jalani adalah latihan kekuatan dengan pengulangan dan beban yang rendah, serta lakukan banyak peregangan. Jogging ringan atau jalan cepat juga bisa dilakukan.
Setelah Buka Puasa
Berolahraga 2-3 jam setelah berbuka puasa juga bisa jadi pilihan jika Anda tidak punya tenaga untuk melakukannya sebelum matahari terbenam. Di waktu ini, tubuh Anda sudah benar-benar berenergi dan terhidrasi, sehingga Anda bisa berolahraga secara maksimal. Latihan setelah berbuka puasa sangat ideal untuk meningkatkan sistem pencernaan dan menurunkan berat badan juga.
Sebelum Sahur
Orang yang bangun pagi dapat mengetahui bahwa waktu terbaik untuk berolahraga adalah sebelum sahur. Anda akan memiliki cukup stamina dari makan malam sebelumnya. Tapi ingat, segera hidrasi tubuh setelah berolahraga dan kemudian makan untuk mengisi kembali energi yang hilang. Teknik ini juga akan membantu Anda merasa berenergi sepanjang hari. Jenis olahraga yang direkomendasikan di waktu ini adalah olahraga yang membangun atau memelihara otot.
Jenis Latihan Apa yang Paling Baik?
Saat berpuasa, dianjurkan untuk tetap berolahraga dengan ritme yang rendah dan mudah seperti jogging ringan atau jalan-jalan.
Sekarang, setelah Anda berbuka puasa dan mendapatkan sedikit energi, Anda dapat melakukan hampir semua jenis olahraga yang Anda inginkan.
Mempertahankan atau meningkatkan massa otot dan membakar lemak tubuh dapat dicapai dengan menggabungkan latihan kardio dan kekuatan, yang terdiri dari:
Baca Juga: Studi AS Buktikan Rutin Olahraga Kurangi Risiko Kematian Akibat Covid-19
- Latihan kardio/treadmill
- Latihan kekuatan/jogging
- Squat, lunge, plank, dan latihan beban tubuh lainnya
Singkatnya, olahraga harus menjadi bagian dari rutinitas harian Anda selama Ramadhan karena meningkatkan sirkulasi darah dan pemeliharaan massa otot. Tidak ada pedoman resmi untuk melakukannya; sebaliknya, cari tahu waktu dan jenis latihan apa yang ideal untuk Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS