Suara.com - Mobilitas warga di DKI Jakarta meningkat selama dua minggu terakhir. Hal itu menyebabkan kenaikan juga pada kasus aktif hingga 100-200 orang.
Meski secara keseluruhan, data pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta tercatat bahwa kasus aktif bulan ini telah turun drastis dibandingkan periode Januari-Febuari 2021.
"Saat ini kasus aktif kita di posisi 6.988, artinya sangat turun sekali dibandingkan di periode sebelumnya. Penurunan ini tentunya jangan sampai melemahkan kita karena di dua minggu terakhir ini sudah mulai ada peningkatan. Khawatirnya ini bergerak terus. Jadinya kita sudah turun drastis, tetapi dua minggu terakhir harian kita mulai terjadi peningkatan sekitar 100 sampai 200 kasus," papar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Widyastuti MKM., dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/4/2021).
Widya mengatakan bahwa penurunan kasus aktif Covid-19 di Jakarta telah menurun sejak Maret. Puncak kasus aktif di Jakarta terjadi pada Januari sampai Februari 2021 yang angkanya mencapai lebih dari 25 ribu.
"Kasus aktif ini maksudnya orang yang positif Covid-19 dirawat di rumah sakit maupun hotel," ucapnya.
Meski menurun drastis, Widya menyampaikan, pelacakan kasus di Jakarta tetap masif. Dalam sepekan jumlah testing masih sebanyak 68 ribu. Namun, angka tersebut sebenarnya masih di bawah kemampuan testing Jakarta yang pernah mencapai 90 ribu-100 ribu sepekan.
"Komitmen DKI untuk tetap mempertahankan testing. Dalam posisi sepekan ini ada 68 ribu lebih testing, di mana angka tersebut sudah melebihi dari angka WHO. Tetapi angka tersebut memang menurun, secara standar DKI sendiri kita pernah ada di posisi 90 ribu. Kapasitas kita padahal mampu capai 100 ribu lebih tapi pemanfaatannya masih terlalu rendah," jelasnya.
Testing dilakukan melalui dua metode, yakni swab PCR dan rapid antigen. Widya mengingatkan, agar masyarakat tidak terlarut dengan euforia jika mendapat hasil tes antigen negatif. Karena hasil akurat sebenarnya menggunakan swab PCR.
"Rapid antigen harus diulang melalui pemeriksaan PCR. Kami khawatir, warga kita begitu di tes rapid antigen negatif selalu merasa tenang. Selalu kita pesankan, jangan terlena dengan pemeriksaan antigen terus merasa sehat," ucapnya.
Baca Juga: Bekasi Selatan Jadi Kecamatan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi
Berita Terkait
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil untuk Harian, Siap Diajak Selap-Selip di Kemacetan
-
Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan, Mimpi Menuju Jalanan Indonesia yang Bersih
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?