Suara.com - Pandemi COVID-19 masih merajalela di dunia. Yang terbaru, laporan John Hopkins University menyebut sudah 3 juta orang meninggal karena COVID-19 di seluruh dunia.
Angka ini telah mendapat perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengimbau bahwa dunia tengah mendekati tingkat infeksi tertinggi.
Sejak pandemi dimulai, tercatat ada 140 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia.
"Kasus dan angka kematian terus meingkat, dan ini sangat mengkhawatirkan," ungkap kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, jumlah kasus per minggu terbaru secara global, hampir dua kali lipat selama dua bulan terakhir.
Menurut Johns Hopkins University, Amerika Serikat, India, dan Brasil menjadi negara dengan kasus infeksi terbanyak, yang menyebabkan lebih dari satu juta orang mengalami kematian.
Melansir dari laporan AFP, minggu lalu saja tercatat ada 12.000 kematian yang dilaporkan dalam sehari di dunia.
Contoh nyata meningkatnya kasus COVID-19 terjadi di India. India saat ini tengah mengalami gelombang kedua, yang mencatat adanya 230.000 kasus baru pada Sabtu (17/4) lalu.
Sampai beberapa minggu lalu, India memiliki angka kasus yang terkendali, yakni di bawah 20.000 sehari selama bulan Januari dan Februari.
Baca Juga: Warga Surabaya yang Sudah Disuntik Vaksin 700 Ribu Orang
Namun kenaikan drastis terjadi akhir-akhir ini, dengan jumlah kasus yang mencapai 234.000 pada Sabtu, membuat India memecahkan rekor kasus baru dalam sehari selama tiga hari berturut-turut.
Rumah sakit di India juga kehabiskan oksigen dan tempat tidur bagi pasien. Hal ini membuat pasien yang tidak mendapat perawatan beralih ke pasar gelap untuk mendapat obat yang mereka butuhkan.
Belakangan, ibu kota Delhi telah menjalani isolasi selama akhir pekan, dengan melakukan pembatasan seperti yang dilakukan negara lain. Namun, sekitar 1.600 orang dilaporkan positif kembali setelah menghadiri festival Kumbh Mela.
Hal ini telah membuat perdana menteri India Narendra Modi, mengimbau untuk tidak melakukan kerumunan di luar.
Tag
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Warga India dan China Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Penawaran Harga Hak Siar Murah
-
India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh