Suara.com - Latihan pernapasan menjadi salah satu metode yang sangat efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan. Ketika Anda stres atau mengalami serangan panik, tubuh Anda cenderung bernapas lebih cepat.
Oksigen yang berlebihan dapat membuat Anda merasa tercekik dan sebaliknya, menciptakan lebih banyak stres dan kepanikan.
Dilansir melalui Okadoc, berikut 5 teknik pernapasan yang bisa Anda praktikkan untuk mengurangi kecemasan :
1. Pernapasan diafragma
Hal terpenting tentang teknik ini adalah menggunakan pernapasan diafragma dengan benar.
Berikut adalah cara Anda melakukan pernapasan diafragma:
- Berbaring telentang dengan lutut sedikit ditekuk. Anda bisa meletakkan bantal di bawah lutut
- Letakkan satu tangan di perut bagian atas tepat di bawah dada
- Letakkan tangan lainnya di dada
- Tarik napas perlahan melalui hidung dan kencangkan otot perut
- Tangan di dada harus tetap diam
- Rasakan perut naik dengan yang lain saat Anda menarik napas dan sebaliknya
2. Napas singa
Napas singa atau Simhasana Pranayama adalah teknik pernapasan yoga terkenal yang membantu menghilangkan stres.
Jika ini adalah pertama kalinya Anda mencoba teknik ini, jangan khawatir. Berikut adalah cara melakukan senam Napas singa dengan benar:
Baca Juga: Sedang Hamil? Jangan Lupa Lakukan Prenatal Yoga Agar Tubuh Lebih Nyaman
- Duduklah dengan lutut terlipat, sehingga bokong Anda berada di atas kaki
- Letakkan telapak tangan Anda di tempurung lutut dengan jari-jari terbuka
- Tarik napas dalam-dalam melalui hidung sambil tetap membuka mulut
- Saat Anda merasa tidak bisa bernapas lagi, buang napas melalui mulut sambil mengeluarkan suara “ha”
- Arahkan fokus Anda ke posisi mata ketiga (di antara mata) atau ujung hidung saat Anda mengeluarkan napas
3. Fokus napas
Teknik ini membutuhkan imajinasi Anda tentang kata-kata yang menimbulkan kebahagiaan, relaksasi, dan kedamaian.
Berikut langkah-langkah untuk melatih fokus Napas:
- Temukan tempat terpencil di mana Anda dapat berkonsentrasi pada pikiran Anda
- Latih pernapasan dalam atau pernapasan diafragma selama 1-2 menit
- Letakkan tangan Anda di atas perut Anda dan rasakan tangan Anda naik dan turun dengan setiap napas
- Buang napas sambil mendesah
Sekarang, Anda bisa mulai dengan frase atau kata pilihan Anda dan perlahan-lahan ucapkan sambil menghirup.
Misalnya, saat menghirup, Anda bisa mengatakan "menghirup kedamaian dan kegembiraan"
Dengan setiap embusan, ucapkan apa yang ingin Anda buang. Misalnya, "menghembuskan stres dan kekhawatiran"
Berita Terkait
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
12 Gejala Penyakit ISPA yang Wajib Diwaspadai, Serang Korban Banjir Sumatra
-
Krisis Sunyi di Asia: Penyakit Pernapasan Kronis dan Beban Ganda yang Kian Menghimpit
-
Dinikahi Kakek 73 Tahun, Bunga Fitri Difoto Tanpa Ekspresi
-
Tripledemic Mengintai Lansia: Waspada RSV, Virus Lebih Menular dari COVID-19!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem