-
Loni resmi menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk dan beracun di dunia.
-
Konsentrasi polutan PM2.5 di Loni melampaui ambang batas aman WHO sebesar 22 kali.
-
Penduduk menderita gangguan pernapasan kronis akibat lemahnya penegakan regulasi emisi industri lokal.
Suara.com - Kota Loni kini menyandang predikat wilayah dengan tingkat polusi udara paling mematikan di seluruh dunia.
Lonjakan partikel PM2.5 di kota industri ini tercatat mencapai 22 kali lipat dari batas aman kesehatan.
DIkutip dari CNN, pertumbuhan sektor manufaktur yang tidak terkendali menjadi pemicu utama rusaknya ekosistem pernapasan bagi 700.000 penduduknya.
Kondisi ini menjadikan aktivitas bernapas sebagai sebuah tantangan fisik yang berat bagi masyarakat lokal setiap harinya.
IQAir menempatkan Loni di posisi teratas daftar kota paling beracun, melampaui tingkat polusi New Delhi.
Warga lokal merasakan langsung bagaimana udara yang mereka hirup telah berubah menjadi ancaman nyata.
"Lupakan batuk, bahkan bernapas pun sulit di sini," kata Manoj Kumar, 45, seorang pengemudi e-rickshaw, yang telah tinggal di Loni sepanjang hidupnya.
Penggunaan masker menjadi kewajiban mutlak bagi siapa pun yang ingin melintasi jalanan kota yang berdebu.
"Ini ada di sini 24 jam sehari," katanya. "Ke mana pun kamu pergi," ujar warga lainnya, Mohammad Mohmin Khan.
Baca Juga: Kejam! Suami di India Masukkan Benda ke Rahim Istri, Korban Kritis di Rumah Sakit
Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 terbukti memicu komplikasi jantung, paru-paru, hingga gangguan kognitif anak.
Ancaman Asma Dini pada Anak-Anak
Klinik kesehatan di Loni melaporkan lonjakan signifikan kasus gangguan pernapasan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Banyak pasien usia dini mulai menunjukkan gejala penyakit kronis akibat lingkungan yang sangat tidak sehat.
"Saya secara khusus melihat anak-anak datang pada usia yang sangat muda dengan gejala asma dini," kata Dr. Anil Singh.
"Saya dapat dengan jelas mengatakan paparan lingkungan adalah salah satu faktor utamanya," tambahnya terkait kondisi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan