Suara.com - Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data WHO jumlah pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2000 sekitar 8.426.000 jiwa.
Angka ini diprediksi akan semakin meningkat pada tahun 2030, dan mencapai 21.257.000 jiwa. Namun, pengetahuan masyarakat tentang gejala dan deteksi dini masih sangat kurang.
Pada penderita diabetes banyak yang sering mengeluhkan bahwa mereka harus bolak-balik buang air kecil atau pipis. Tapi sebenarnya apa penyebabnya?
Dilansir dari Mayo Clinic, rasa haus yang berlebihan dan peningkatan buang air kecil adalah tanda dan gejala diabetes yang umum. Saat menderita diabetes, kelebihan glukosa - sejenis gula - menumpuk di darah Anda.
Ginjal dipaksa bekerja lembur untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Ketika ginjal Anda tidak dapat mengimbangi, kelebihan glukosa dikeluarkan ke dalam urin Anda, menyeret cairan dari jaringan Anda, yang membuat Anda dehidrasi.
Ini biasanya akan membuat Anda merasa haus. Saat Anda minum lebih banyak cairan untuk memuaskan dahaga, Anda akan buang air kecil lebih banyak lagi.
Diabetes bisa membuat Anda merasa lelah. Glukosa darah tinggi mengganggu kemampuan tubuh Anda menggunakan glukosa untuk kebutuhan energi. Dehidrasi akibat peningkatan buang air kecil juga bisa membuat Anda merasa lelah.
Ketika Anda kehilangan glukosa karena sering buang air kecil, Anda juga kehilangan kalori. Pada saat yang sama, diabetes dapat membuat glukosa dari makanan Anda tidak mencapai sel Anda.
Ini akan menyebabkan rasa lapar terus-menerus. Efek gabungannya berpotensi menyebabkan penurunan berat badan dengan cepat, terutama dengan diabetes tipe 1.
Baca Juga: Catat, 5 Waktu yang Terbaik untuk Cek Gula Darah Pasien Diabetes Saat Puasa
Selain itu, gejala diabetes terkadang melibatkan penglihatan Anda. Kadar glukosa darah yang tinggi menarik cairan dari jaringan Anda, termasuk lensa mata Anda. Ini memengaruhi kemampuan Anda untuk fokus.
Jika tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan pembuluh darah baru terbentuk di retina Anda - bagian belakang mata Anda - dan merusak pembuluh yang sudah mapan. Bagi kebanyakan orang, perubahan awal ini tidak menyebabkan masalah penglihatan. Namun, jika perubahan ini berlangsung tanpa terdeteksi, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.
Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan aliran darah yang buruk dan mengganggu proses penyembuhan alami tubuh Anda. Karena itu, penderita diabetes mungkin mengalami penyembuhan luka yang lambat, terutama di kaki. Pada wanita dengan diabetes, infeksi jamur pada kandung kemih dan vagina dapat terjadi lebih sering.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir