Suara.com - Italia menyatakan pada Selasa (20/4/2021) bahwa pihaknya akan memprioritaskan penggunaan vaksin satu dosis Johnson & Johnson (J&J). Hal tersebut dinyatakan saat otoritas Italia menilai bahwa vaksin tersebut aman.
Melansir dari Medical Xpress, sebelumnya European Medicines Agency (EMA) mengatakan bahwa kejadian pembekuan darah akibat vaksin J&J langka namun perlu dimasukan sebagai efek samping vaksin yang "sangat langka".
.
"Ini (vaksin J&J) akan diberikan secara istimewa kepada orang-orang yang berusia di atas 60 tahun dan mereka yang terutama berisiko terkena virus corona," ujar pihak Italia.
Pedoman yang sama sebelumnya dikeluarkan di Italia untuk jab AstraZeneca Anglo-Swedia yang juga dikaitkan dengan kasus pembekuan darah yang sangat langka.
Secara terpisah, komisaris krisis virus corona Italia mengatakan pengiriman pertama 184.000 dosis vaksin J&J akan didistribusikan ke seluruh negeri mulai Rabu (21/4/2021).
Vaksin J&J dipandang lebih mudah untuk diberikan dan didistribusikan daripada beberapa vaksin lainnya. Hal ini disebabkan karena vaksin J&J hanya membutuhkan satu dosis dan dapat disimpan pada suhu yang lebih hangat.
Tetapi pengenalan J&J di Eropa dihentikan pekan lalu setelah regulator kesehatan Amerika Serikat mengatakan bahwa penggunakan vaksin tersebut harus ditangguhkan sementara karena kekhawatiran pembekuan darah. Namun kini vaksin telah kembali dinyatakan aman.
Italia dan negara-negara Uni Eropa lainnya sangat ingin memanfaatkan vaksin J&J untuk mempercepat kampanye vaksinasi mereka setelah menyetop vaksin AstraZeneca.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan