Suara.com - Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, banyak orang nampak sudah mulai lengah dalam menjalankan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).
Beberapa tempat seperti mal dan restoran pun sudah kembali ramai. Secara umum, virus corona paling mungkin menyebar di "lingkungan dalam ruangan dengan aliran udara segar terbatas, di mana sejumlah besar orang dapat berkumpul selama lebih dari sepuluh menit interaksi, dan di mana sulit untuk menjaga jarak secara fisik," menurut Boris Lushniak, MD, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Maryland, dikutip dari The Healthy.
Untuk mencegah penularan Covid-19, para ahli pun merekomendasikan untuk menghindari tempat-tempat sehari-hari ini di mana tingkat infeksi paling tinggi.
1. Bar dan restoran
Lokasi nomor satu untuk infeksi virus corona saat ini adalah bar, menurut Dr. Lushniak. Bahkan bar yang membatasi kapasitas dan meja ruang dengan jarak enam kaki adalah lingkungan berisiko tinggi.
Orang-orang menghabiskan berjam-jam di ruang kecil yang berventilasi buruk sambil menari, berdiri berdekatan, dan berteriak diiringi musik. Percakapan keras di bar dapat mengeluarkan tetesan pernapasan 10 kali lebih banyak daripada batuk, menurut penelitian.
2. Pantai
Memang benar bahwa pantai memungkinkan lebih banyak aliran udara daripada lingkungan dalam ruangan, dan hanya ada sedikit bukti bahwa virus dapat menyebar ke manusia melalui air . Tetapi para ahli percaya bahwa partikel virus masih dapat melakukan perjalanan dari orang yang terinfeksi ke orang lain di dekatnya, terutama di tempat-tempat orang berlama-lama berjam-jam, seperti pantai dan kolam renang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Sangat direkomendasikan untuk memakai masker dan menghindari area keramaian.
Baca Juga: Akhir April, Serapan Vaksin COVID 19 Sumsel Belum Capai 80 Persen
3. Rumah ibadah
Gereja dan tempat ibadah lainnya menggabungkan banyak praktik yang diyakini para ahli meningkatkan kemungkinan penularan. Selain menghabiskan waktu lama di dalam ruangan, orang-orang berkumpul berdekatan, berbagi makanan, dan berbicara serta bernyanyi dengan keras.
Sebagian besar tempat ibadah mengadakan layanan jarak jauh, tetapi jamaah yang hadir secara langsung tidak boleh takut untuk bertanya tentang protokol pembersihan dan desinfeksi properti.
4. Gym atau pusat kebugaran
Penelitian di Environmental Science and Pollution Research menemukan bahwa gym dan pusat kebugaran lainnya adalah lingkungan berisiko tinggi untuk penularan. Di Korea Selatan, sebuah lokakarya untuk instruktur kebugaran Zumba menghasilkan kelompok virus korona dengan tingkat infeksi sekitar 26 persen, menurut laporan CDC baru.
Para ahli menunjukkan ventilasi yang tidak memadai, ukuran kelas yang besar, dan intensitas latihan untuk tingkat infeksi yang tinggi di gym. Jika Anda memutuskan untuk mengunjungi gym, bersiaplah untuk memakai masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia