Suara.com - Seorang ibu baru-baru ini mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan bagaimana balitanya ditawari menghisap vape alias rokok elektronik oleh orang dewasa, yang diyakini adalah ayahnya sendiri.
Dalam video tersebut, anak itu, yang terlihat hanya mengenakan popok, menghisap dua kali tarikan dari vape yang diyakini dipegang oleh ayahnya, sebelum mengerutkan wajahnya dan menutupi mulutnya.
Dilansir Says, di belakang kamera, terdengar suara ibu berkata, "Sudah tiga kali, apa yang ibu katakan?".
Tak perlu waktu lama, video tersebut pun viral dan mengumpulkan banyak reaksi. Perempuan itu kemudian menjawab dengan mengatakan bahwa dia memiliki hak untuk melakukan apapun yang dia inginkan karena dia adalah ibu dari anak laki-laki tersebut.
Dalam Instagram Story berikutnya, perempuan itu menulis, "Semua orang panik. Terserah saya apa yang ingin saya posting. Jika Anda merasa tercekik, maka jangan ikuti saya. Mereka yang bahkan tidak mengikuti saya sibuk mengomentari foto saya. Dia anakku, itu hakku untuk melakukan apa pun. Akulah yang merawatnya, bodoh!,".
"Saya stres karena pesan terus masuk. Cukup membuat masalah ini viral. Saya tidak tahu itu bisa sampai seperti ini. Saya tahu saya salah di sana. Jika saya ingin membunuh anak saya, saya akan membuangnya sejak dia masih bayi. Itu hanya video untuk bersenang-senang. Semoga semua orang akan memaafkan saya. Cukup membuat ini viral, saya stres," lanjut dia lagi.
"Hanya satu kesalahan dan semua orang melihatnya menjadi viral. Anda tidak melihat bagaimana seorang ibu merawatnya. Sebuah video yang dibuat untuk bersenang-senang, saya tidak tahu bagaimana itu menjadi viral yang menyebabkan begitu banyak reaksi. Saya tidak melecehkannya atau apa pun. Saya tahu saya salah. Anda melebih-lebihkan. Anda harus berpikir, jika terjadi sesuatu pada saya, dia masih menyusui," ungkap ibu itu.
Sementara itu, sang ayah melalui akun Facebook miliknya turut meminta maaf atas hal yang ia dan istrinya lakukan.
"Terima kasih semuanya atas saran Anda. Saya ingin meminta maaf atas kesalahan saya dalam membesarkan anak saya. Saya tidak memaksanya atau melecehkannya, saya hanya bercanda. Mereka yang mengikuti istri saya tahu bagaimana anak saya," dia menulis.
Baca Juga: 6 Fakta Ibu dan Selingkuhan Bunuh Anak karena Ganggu saat Bersetubuh
"Dia cukup agresif dan aktif, suka bermain dengan barang-barang yang bukan mainannya atau dibuat untuk anak-anak. Jika dia menginginkannya, dia akan mendapatkannya. Bagaimanapun, saya ingin meminta maaf atas kesalahan saya dan terima kasih banyak atas perhatian Anda. Saya memaafkan mereka yang tidak tahu cerita sebenarnya," tambah si ayah.
Meski begitu, tetap saja warganet tak tinggal diam melihat kejadian ini. Mereka marah dan mengatakan bahwa tindakan pasangan tersebut bisa dianggap sebagai pelecehan anak.
"Buang saja orang tua seperti ini ke penjara! Apa lagi yang dialami anak itu sebelum ini? Hanya tuhan yang tahu. Di mana pihak berwenang?," kata seorang warganet.
"Anak Anda yang bertindak agresif bukanlah alasan bagi Anda untuk bercanda dengan putra Anda dan menggunakan vape sebagai mainan. Jangan menunggu sampai anak Anda pergi untuk menyesali tindakan Anda. Atau Anda tidak akan menyesal sama sekali? Saya sangat marah," sahut warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Liquid Vape Dicampur Narkotika, Desakan Aturan Ketat Menggema di Tengah Celah Regulasi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia