Suara.com - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari satu tahun, namun pemerintah Indonesia masih terus mencari formulasi terbaik mengendalikan kasus infeksi tanah air agar tidak melonjak.
Namun di antara semua formulasi cara mengendalikan Covid-19, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Eka Hospital Pekanbaru, dr. Indra Yovi, Sp.P(K) mengungkap cara terjitu membereskan masalah Covid-19 yang sederhana, yaitu melarang orang ke luar rumah selama 14 hari.
"Jadi sebenarnya kalau mau membereskan masalah Covid-19 di Indonesia, sebenernya nggak terlalu rumit, kalau seluruh orang di Indonesia diam di rumah selama 14 hari" ujar dr. Indra dalam acara IG Live Eka Hospital, Jumat (7/5/2021).
Ini karena menurut Indra, virus memiliki masa hidup atau masa inkubasi selama 14 hari, dan setelahnya virus akan mati dengan sendirinya (self limiting disease) jika tidak menemukan inang atau tempat hidup baru, yakni menular pada manusia lain.
Meski begitu Indra juga tidak menampik masa hidup virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19 ini ada yang bisa mencapai 21 hari, tapi kondisi virus sudah lemah, tidak bisa berkembangbiak, menularkan ke orang lain, dan tidak berisiko untuk tubuh yang sedang dihinggapi virus tersebut.
Namun Indra mengakui jika mengambil keputusan melarang orang diam di rumah selama 14 hari, maka perekonomian akan memburuk. Meskipun itu nyatanya berhasil dilakukan Italia dan China.
Tapi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada September 2020 lalu sudah mencabut rekomendasi lockdown, karena bisa membuat perekonomian suatu negara akan memburu.
Alhasil, yang jadi rekomendasi utama WHO kini, negara harus secara ketat menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakatnya.
"Karena jika ekonomi tidak berjalan sebagaimana mestinya, orang yang lapar akan menghancurkan negara itu, orang lapar akan sakit, sehingga direkomendasikan protokol kesehatan yang tepat," pungkas Indra.
Baca Juga: Dukung Pemulihan Wisata Nasional, DFSK Gelora E Siap Antar-Jemput Turis
Berita Terkait
-
Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi
-
Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye
-
Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
9 Penyakit 'Calon Pandemi' yang Diwaspadai WHO, Salah Satunya Pernah Kita Hadapi
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan