Suara.com - Suami Tasya Kamila, Randi Bachtiar didiagnodis menderita kanker limfoma hodgkin stadium dua. Pria 31 tahun ini mengaku terkejut saat mengetahuinya.
"Awalnya kaget banget sih terdiagnosa penyakit ini. Gue mikir kenapa sekarang, kenapa gue, apa salah gue. Ketika dikasih tahu dokter treatment-nya harus seperti apa, gue sempet drop banget," kisah Randi Bachtiar di Instagram, Jumat (7/5/2021).
Kanker limfoma Hodgkin merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Ada dua jenisnya, yakni kanker limfoma Hodgkin dan kanker limfoma non-Hodgkin.
Meski terdengar menakutkan, kanker limfoma dianggap sebagai bentuk kanker yang bisa diobati jika terdeteksi sejak dini.
Berdasarkan Everday Health, 95 persen pasien dengan stadium 1 dan 2 dapat bertahan hidup hingga lima tahun atau lebih. Sementara pasien dengan stadium 4 memiliki tingkat kelangsungan hidup 65 persen.
"Ketika pasien menderita limfoma Hodgkin, dokter cenderung berkata, 'Anda beruntung. Ini adalah jenis yang sangat dapat disembuhkan'," kata Michael Roth, MD, direktur Childhood Cancer Survivorship Program di University of Texas MD Anderson Cancer Center, Houston.
Namun, kanker ini juga dapat menyebabkan efek jangka panjang, terutama ketika pasien masih anak-anak saat didiagnosis.
Perawatan kuratif dini untuk limfoma meningkatkan risiko penyakit lain
Selama bertahun-tahun, standar perawatan untuk mengobati limfoma Hodgkin adalah dengan menggunakan kombinasi radiasi dan kemoterapi.
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Kanker Limfoma Non-Hodgkin dengan Kanker Limfoma Hodgkin
Cara ini bisa mengancurkan sel-sel kanker, tetapi juga bisa berdampak pada sel-sel sehat di sekitarnya.
"Kami mengambil pendekatan bazoka, tetapi pendekatan itu meningkatkan risiko sejumlah komplikasi medis, termasuk masalah jantung, penyakit paru-paru, infertilitas, kanker darah sekunder, kanker tiroid, dan kanker payudara,” kata Lisa Roth, MD, direktur program limfoma remaja dan dewasa muda di New York – Presbyterian dan Weill Cornell Medicine, New York City.
Dampak tak terduga ini telah menyebabkan perubahan besar dalam pengelolaan limfoma Hodgkin, yang membutuhkan radiasi lebih sedikit. Juga, perawatan penargetan yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk hanya menyerang sel tumor dan membiarkan sel sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui