Suara.com - Dokter Top AS (Amerika Serikat) Anthony Fauci mengatakan dia setuju dengan melonggarkan pedoman tentang penggunaan masker di dalam ruangan.
Pernyataan itu didasarkan semakin banyak orang Amerika yang mendapat vaksin Covid-19.
“Kami perlu mulai menjadi lebih liberal karena kami mendapatkan lebih banyak orang yang divaksinasi,” kata Fauci pada hari Minggu.
“Semakin banyak orang yang divaksinasi, jumlah kasus pasti akan turun,” lanjutnya.
Tetapi kepala penasihat medis presiden mengatakan AS perlu mendapatkan kasus harian jauh lebih rendah daripada saat ini yang 43.000 per hari.
"Ketika itu semakin rendah, risiko infeksi di dalam atau di luar ruangan berkurang secara dramatis," katanya kepada pembawa acara George Stephanopoulos di ABC's "This Week."
Angka terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan 45,8% populasi AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 dan 34,4 persen dari total populasi telah divaksinasi penuh.
CDC tetap merekomendasikan penggunaan masker dalam keadaan seperti makan di dalam ruangan di restoran, kecuali saat dalam proses makan atau minum.
Fauci ditanyai tentang pedoman CDC tentang penggunaan masker sebagai tanggapan atas beberapa kritik seperti mantan komisaris Food and Drug Administration Scott Gottlieb, yang mengatakan di CNBC bahwa pembatasan harus dicabut "seagresif yang kita lakukan."
Baca Juga: Masjid Terbesar di Virginia AS Buka Layanan Vaksinasi Sesudah Buka Puasa
Gottlieb mengatakan kepada tuan rumah Shepard Smith pada hari Kamis bahwa mencabut pembatasan akan membangun kepercayaan jika ada lebih banyak wabah di musim dingin dan pembatasan harus diterapkan kembali.
“Saya pikir satu-satunya cara untuk mengubah kredibilitas publik adalah dengan menunjukkan bahwa Anda bersedia melonggarkan ketentuan ini ketika situasi membaik,” kata Gottlieb.
"Itulah yang memberi Anda kredibilitas untuk menerapkannya saat keadaan memburuk."
Fauci mengatakan kepada Stephanopoulos pada hari Minggu bahwa dia yakin CDC akan memperbarui pedomannya karena lebih banyak orang yang divaksinasi.
“CDC akan, hampir dalam waktu nyata, George, memperbarui rekomendasi dan pedoman mereka,” katanya.
Fauci mengatakan kepada tuan rumah bahwa negara harus bekerja untuk meyakinkan orang-orang yang enggan mendapatkan salah satu suntikan yang tersedia dengan menggunakan "pembawa pesan tepercaya" seperti tokoh olahraga dan hiburan untuk mempromosikan manfaat vaksinasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara