Suara.com - Studi yang mengungkap alasan vaksin Astrazeneca tak dianjurkan bagi orang muda berusia 40 tahun ke bawah menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca kemarin, Minggu (9/5/2021).
Simak rangkuman berita kesehatan menarik dan populer lainnya dari Suara.com, berikut ini.
1. Vaksin AstraZeneca Tak Disarankan bagi Usia 40 Tahun ke Bawah, Ini Sebabnya
Awalnya, orang usia 30 tahun ke bawah disarankan suntik vaksin AstraZeneca untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Tapi sekarang, suntikan vaksin AstraZeneca baiknya tidak diperuntukkan bagi orang usia 40 tahun ke bawah.
Aturan baru ini justru mengatakan orang usia 40 tahun ke bawah baiknya mendapatkan suntikan vaksin Pfizer atau Moderna sebagai alternatif penggantinya.
2. Usai Vaksin Covid-19, Ratusan Orang Tertular Virus Corona dan Rawat Inap
Sebuah laporan baru di Inggris menemukan lebih dari 500 orang yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 justru menjalani rawat inap di rumah sakit, karena tertular virus corona Covid-19.
Studi ini menemukan 526 orang yang dirawat di rumah sakit dan 113 orang meninggal setelah proses vaksinasi. Menurut para peneliti, semua pasien telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 setidaknya 3 minggu sebelum tertular virus corona dan menjalani rawat inap.
Baca Juga: Usai Suntik Vaksin AstraZeneca, Lansia Alami Memar Parah dan Gusi Berdarah
3. Mesti Dihindari, Pasien Penyakit Jantung Tak Boleh Olahraga Ini
Berolahraga memang sangat dianjurkan karena baik untuk kesehatan, bahkan dengan berolahraga bisa menurunkan berbagai ancaman penyakit yang siap mengintai karena daya tahan tubuh terjaga.
Tapi tahu nggak sih, bagi Anda yang memiliki penyakit jantung sebaiknya jangan sembarangan berolahraga. Ini karena ada beberapa olahraga yang justru berisiko mengancam nyawa.
4. Dialami Suami Tasya Kamila, Berikut Gejala Kanker Limfoma Hodgkin
Tag
Berita Terkait
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular
-
AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer
-
Penyakit Ginjal Kronis Duduki Peringkat ke-2, Habiskan Anggaran Rp 1,9 Triliun
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama