Suara.com - Mengenalkan pola makan sehat pada anak sejak dini baik agar ia tidak memilih-milih makanan ketika dewasa kelak.
Menurut Ustaz Zaidul Akbar, salah satu cara paling tepat untuk mengenalkan pola makan sehat pada anak adalah dengan mengenalkan komposisi yang terkandung.
“Misal, makanan ini kalau saya makan bisa jadi masalah nggak di tubuh saya, bisa bikin repot orang tua nggak? Kalau dikonsumsi sepanjang hari, itu bisa batuk, demam, bahkan diare nggak? Ini kan bisa menyusahkan orang tua,” paparnya dilihat dari akun youtube Zaidul Akbar Official.
Karena itu, ia mengimbau untuk mengalihkan makanan dari yang tidak sehat ke makanan yang sehat.
“Minta orang tua untuk mengganti makanan yang tadinya tidak sehat ke yang sehat. Dengan makanan yang baik dan halal, maka tubuh akan lebih sehat,” ungkapnya.
Bagi anak, dr. Zaidul Akbar mengatakan perlu menjaga tubuh. Agar bisa belajar dan bersekolah.
“Maka perlu jaga tubuhnya, supaya nanti bisa belajar, bisa tetap sekolah, bisa bertemu teman, dan bisa berbakti kepada orang tua,” pesannya.
Sementara itu situs WebMD menyebut ada sejumlah cara yang bisa dilakukan orangtua agar anak mau makan sehat, di antaranya:
1. Hindari membatasi makanan
Baca Juga: Simak Tips Pertahankan Pola Makan Sehat Saat Lebaran
Membatasi makanan meningkatkan risiko anak mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, di kemudian hari. Ini juga dapat memberi efek negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
Alih-alih melarang makanan, bicaralah tentang semua pilihan nutrisi yang sehat, dan kemudian dorong anak untuk memilih buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan ikan. Katakan bahwa makanan itu jauh lebih menyehatkan daripada fried chicken, burgerm nugget, dan sosis.
2. Stok makanan sehat
Anak-anak akan makan yang disediakan di rumah. Jadi, simpan buah di dalam mangkuk dan taruh di atas meja, jangan hanya didiamkan saja di bagian bawah rak kulkas dan berharap anak akan mengambil dan memakannya.
3. Jangan memberi label makanan sebagai baik atau buruk
Sebaliknya, Anda bisa kaitkan makanan dengan hal-hal yang dipedulikan anak, seperti olahraga atau berprestasi di sekolah.
Berita Terkait
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Dari Makan Cepat hingga Larut Malam: 5 Kebiasaan Makan yang Perlu Dihindari
-
6 Makanan Super Murah yang Kaya Nutrisi untuk Menu Harian
-
Laporan Harvard Sebut 5 Biang Kerok yang Menghambat Diet Sehat, Apa Saja?
-
Diabetes Bukan Penyakit Orang Tua, Ini 5 Cara Simpel Biar Gen Z Gak Kena Sakit Gula
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien