Suara.com - Kampanye tentang gaya hidup sehat terus disampaikan kepada masyarakat untuk mencegah tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) kronis. Salah satu PTM yang timbul akibat pola hidup tidak sehat adalah hipertensi.
Sayangnya, meski pentingnya gaya hidup sehat telah banyak diketahui tetapi praktiknya masih jarang dilakukan.
"Menurut saya, secara umum kesadaran tentang hubungan perilaku atau pola hidup yang tidak sehat yang dapat mencetuskan hipertensi itu sudah disadari oleh masyarakat. Hanya sayangnya mungkin kurang dalam praktik sehari-hari," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Susetyo Atmojo Sp.JP., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (17/5/2021).
Terlebih perkembangan teknologi di era globalisasi yang semakin memudahkan hidup, membuat kebanyakan orang jadi lebih jarang bergerak.
"Gaya hidup di era 2020 ke atas itu kan gaya hidup yang praktis dan cepat. Saya pikir juga itu yang lebih condong ke arah menjalani pola hidup yang tidak sehat," ucapnya.
"Kita sebagai dokter terus menggaungkan bahwasanya pola hidup yang tidak sehat itu seperti bom waktu. Kalau kita tetap melakukannya maka dalam hitungan tahun ke depan akan menuai apa yang kita sebut kelompok penyakit tidak menular. Apakah itu hipertensi, diabetes, hiperkolesterol atau dislipidemia," imbuh dokter Susetyo.
Ia mengingatkan bahwa penyakitbtidak menular kronis berpotensi menimbulkan komplikasi pada organ tubuh. Mulai dari stroke, penyakit jantung koroner, payah jantung, hingga penyakit ginjal kronis.
"Sebenarnya cikal bakalnya sederhana, dari pola hidup yang tidak sehat yang kita lakukan pada saat usia muda," ucapnya.
Dokter Susetyo menyampaikan, angka kejadian hipertensi, baik di Indonesia maupun di dunia makin meningkat dari waktu ke waktu. Data riset kesehatan dasar oleh Kemenkes tahun 2018 menunjukkan, sekitar 34 persen populasi di Indonesia menderita hipertensi.
Baca Juga: Cegah Tuberkulosis, Ini 6 Kebiasan untuk Membentuk Gaya Hidup Sehat
"Kalau kita lihat ke belakang, data dengan tahun sebelumnya 2013 dari riset kesehatan dasar itu angka prevalensi hipertensi adalah 27,8 persen. Jadi dalam waktu 5 tahun itu terjadi peningkatan kurang lebih sekitar 5 persen di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu secara global, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sekitar 1,13 miliar penduduk dunia menderita hipertensi. Tetapi, ia menyayangkan bahwa dua per tiga dari penderita hipertensi di dunia merupakan penduduk di negara berkembang.
Menurutnya, kondisi itu bisa menyebabkan beban biaya kesehatan bagi negara. Selain karena kesadaran masyarakat yang relatif lebih rendah, fasilitas sanitasi yang kurang, juga ketersediaan obat-obatan yang kemungkinan lebih sedikit.
"Jika pasien terjadi komplikasi terkait hipertensi, akan bikin negara berkembang jadi lebih sulit," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah