Suara.com - Kanker usus adalah istilah umum untuk sel kanker yang berkembang biak secara tidak terkendali di usus besar (kolon dan rektum). Jika terdeteksi cukup dini, pengobatan dapat menyembuhkan kanker usus dan menghentikannya.
Tapi, sayangnya tidak banyak yang tahu cara mengenali kanker usus sejak awal. Padahal, yang tidak banyak diketahui, bahwa warna kotoran saat buang air besar bisa menunjukkan banyak masalah kesehatan yang berbeda termasuk risiko penyakit, salah satunya kanker usus.
Dilansir dari Express UK, dalam kebanyakan kasus, darah dalam tinja berasal dari tumpukan, terutama jika berwarna merah cerah, darah segar, menurut Cancer Research UK.
Tumpukan itu terkadang seperti urat bengkak di bagian belakang. Pembuluh darah ini rapuh dan mudah rusak saat buang air besar, menyebabkan sedikit pendarahan. Kondisi ini bisa mengarah pada wasir.
Namun, wasir biasanya juga muncul dengan gejala lain. Jadi jika satu-satunya gejala yang Anda alami adalah darah di tinja, kecil kemungkinannya menjadi wasir, menurut NHS.
Tapi, jika darah datang dari bagian usus, dan tidak tampak merah cerah, dan cenderung tua atau bahkan hitam, sebaiknya mesti khawatir. Hal itu bisa jadi tanda risiko kanker usus yang lebih tinggi.
Jika tumor kanker menjadi cukup besar, itu mungkin sepenuhnya atau sebagian menyumbat usus besar. Kanker usus dapat muncul selama beberapa tahun sebelum gejala berkembang. Gejala bervariasi sesuai dengan lokasi tumor di usus besar.
Kolon kanan lebih lebar dan lebih fleksibel. Bahkan bisa disebut relatif luas dibandingkan dengan bagian usus besar lainnya. Kanker usus besar kanan dapat tumbuh hingga ukuran besar sebelum menyebabkan gejala perut apa pun.
Biasanya, kanker sisi kanan menyebabkan anemia defisiensi besi karena kehilangan darah secara perlahan dalam jangka waktu yang lama.
Baca Juga: Terapi Covid-19, Warga India Tutupi Tubuh dengan Kotoran Sapi
Menurut Mayo Clinic, pengobatan untuk kanker usus biasanya melibatkan pembedahan untuk mengangkat kanker.
Perawatan lain, seperti terapi radiasi dan kemoterapi, mungkin juga direkomendasikan.
Risiko Anda terkena kanker usus (usus besar dan rektal) bergantung pada banyak hal termasuk usia, genetika, dan faktor gaya hidup.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa makan banyak daging merah dan olahan meningkatkan risiko kanker usus.
Penting untuk diingat bahwa sebagian besar kondisi ini mungkin memiliki penyebab selain kanker usus, kata Koalisi Kanker Usus Besar.
Situs kesehatan tersebut menambahkan: "Rasa takut akan diagnosis kanker tidak membuat Anda menjauh dari penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami gejala.
“Kemungkinan besar gejala Anda bisa diobati. Jika kanker dicurigai, semakin dini kanker terdeteksi, semakin baik Anda.
"Hampir 90 persen kanker usus mudah diobati saat didiagnosis pada tahap awal."
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak