Suara.com - Kolesterol tinggi merupakan salah satu kondisi yang bisa memicu penyakit jantung dan stoke. Kondisi ini berkaitan dengan pola makan penuh lemak jenuh, yang biasanya ditemukan dalam produk susu dan keju.
Tapi, The British Heart Foundation (BHF) mengatakan orang dengan kolesterol tinggi tidak perlu mengurangi asupan makanannya, tetapi makanlah secara bijak. Bahkan, Anda yang memiliki kolesterol tinggi tidak perlu menghindari makan keju.
Karena, keju mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang berbeda-beda. Keju yang mengandung lebih sedikit lemak jenuh atau hanya sekitar 100 gram meliputi:
- Keju quark (0,1 gram)
- Keju cottage rendah lemak (1 gram)
- Keju cottafe (2 gram)
- Keju ricotta (5 gram)
Sedangkan dilansir dari Express, keju yang mengandung lemak jenuh paling banyak, seperti:
- Keju mascarpone (29 gram)
- Keju stilton (23 gram)
- Keju cheddar, red Leicester, double Gloucester dan keju keras lainnya (22 gram)
- Keju parmesan (19 gram)
Keju brie, paneer dan kambing lunak semuanya mengandung 18 gram lemak jenuh per 100 gramnya. Lalu, keju edam mengandung 16 gram lemak jenuh dan keju mozzarella mengandung 14 gram lemak jenuh per 100 gramnya.
Selain lemak jenuh, keju juga tinggi garam yang bisa meningkatkan tekanan darah sehingga bisa memicu risiko penyakit jantung dan stroke. Karena itu, Anda juga harus memperhatikan kandungan garam dalam keju yang dikonsumsi.
Banyak orang pasti memilih keju rendah lemak untuk mencegah lemak jenuh dan menghindari kolesterol tinggi. Padahal, keju yang tidak terlalu banyak lemak jenuh belum pasti memiliki label rendah lemak.
Cara satu-satunya untuk memastikan keju pilihan Anda rendah lemak jenuh adalah memeriksa labelnya. Anda bisa memperhatikan kandungan lemaknya tinggi (lebih dari 17,5 gram/100 gram), sedang (3,1-17,5 gram/100 gram) atau rendah (3 gram atau kurang/100 gram).
Makanan tinggi lemak jenuh bisa menyebabkan kolesterol tinggi karena mengganggu reseptor pada sel hati. Sel-sel hati memiliki reseptor lipoprotein densitas rendah (LDL) yang mengambil kolesterol berlebih ketika kolesterol itu mengambang di aliran darah.
Baca Juga: Jangan Abaikan, 3 Gejala Ini Pertanda Virus Corona Covid-19 Kian Memburuk!
Reseptor mengeluarkan kolesterol dari aliran darah dan mentransfernya ke hati, di mana kolesterol dipecah dan kemudian dikeluarkan dari tubuh. Jika ada terlalu banyak lemak jenuh yang beredar, maka reseptor LDL akan berhenti bekerja dengan baik.
Reseptor LDL yang rusak tidak dapat menangkap kolesterol lagi, itulah sebabnya mengapa kadar kolesterol meningkat. Kondisi ini berbahaya, karena kolesterol menempel di dinding arteri dan seiring waktu semakin banyak endapan yang menyumbat arteri.
Kesimpulannya, orang dengan kolesterol tinggi masih bisa mengonsumsi keju. Asalkan, mereka memilih keju yang rendah lemak jenuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak
-
Rahasia Sendi Kuat di Usia Muda: Ini Nutrisi Wajib yang Perlu Dikonsumsi Sekarang