Suara.com - Buah naga belakangan semakin populer sebagai salah satu buah yang kaya nutrisi. Bahkan, kian banyak ahli nutrisi yang merekomendasikan buah ini untuk mendapatkan antioksidan, mendukung kesehatan usus, dan bahkan membantu mengelola diabetes.
Dilansir dari The Healthy, menurut Akua Woolbright, MD, direktur nutrisi nasional untuk Whole Cities Foundation, badan nirlaba dari Whole Foods, buah naga berasal dari Amerika Tengah, sering ditemukan di Meksiko, tetapi dapat tumbuh di seluruh dunia.
Buah naga memiliki daging buah berwarna putih atau merah - tergantung jenisnya - dan memiliki biji hitam kecil yang tersebar di dalamnya.
“Biji kecil di dalamnya renyah, tetapi dapat dimakan, seperti buah kiwi,” kata Susan Bowerman, RD, direktur senior pendidikan dan pelatihan nutrisi untuk Herbalife Nutrition.
Menurut Bowerman, varietas buah naga dengan daging berwarna putih cenderung memiliki rasa yang sangat lembut, sedangkan varietas yang berwarna merah cenderung memiliki rasa yang lebih mirip dengan semangka.
Lalu, apa saja keunggulan yang ditawarkan oleh buah naga? Ini dia, menurut para ahli nutrisi.
Nutrisi lengkap dalam buah naga
Buah naga rendah kalori (60 kkal) namun mengandung banyak nutrisi penting. Di antaranya protein (1,2 g/100 g), karbohidrat (13 g/100 g), serat (2,9 g/100), kalsium (18 mg/100 g), vitamin C (2,5 mg/100 g), zat besi (0,74 mg/100 g), magnesium (6,3 mg/100 g), dan fosfor (60,2 mg/100 g).
“Buah dengan warna daging yang lebih tua mungkin memiliki nilai gizi yang lebih tinggi,” kata Dr. Woolbright.
Meskipun buah naga belum secara langsung dikaitkan dengan pencegahan penyakit, makanan yang kaya antioksidan dan serat itu diduga dapat mendukung kesehatan jantung sekaligus melawan peradangan yang dapat meningkatkan risiko penyakit di masa depan, demikian dikatakan Erin Palinski-Wade, ahli diet terdaftar.
Baca Juga: Dianggap Terlalu Berbau Tiongkok, India Ubah Nama Buah Naga Jadi Lotus
Tinggi serat
Buah naga juga kaya serat, yang akan membantu meringankan sembelit dan menggerakkan usus. Satu buah naga rata-rata mengandung 2 gram serat, demikian menurut Jenna Gorham, ahli gizi berlisensi.
Tak hanya bermanfaat bagi penderita sembelit. Kandungan seratnya juga dapat membantu menurunkan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah serta mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Mengandung magnesium
Buah naga mengandung lebih banyak magnesium daripada kebanyakan buah lainnya. Magnesium sendiri menawarkan banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung, mengurangi kecemasan, dan menurunkan tekanan darah.
"Kadar magnesium yang rendah dapat meningkatkan insomnia, jadi menambahkan buah naga ke dalam makanan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur," kata Palinski-Wade.
Tinggi vitamin C
Buah naga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi.
Mengandung prebiotik
Probiotik — bakteri baik yang membantu menjaga sistem pencernaan Anda tetap sehat, membutuhkan prebiotik untuk memberi mereka makan dan mendorong pertumbuhannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem