Suara.com - Kebanyakan orang akan menyalakan AC atau kipas angin ketika tidur dalam cuaca panas. Tapi, sebenarnya ada banyak cara untuk membuat kamar tetap sejuk selama musim panas.
Antonio Dengra, CEO di Rointe, mengatakan suhu optimal untuk rumah yang nyaman dan sejuk adalah 21 derajat celcius. Karena itu, penting untuk membuat kamar tidur yang lebih sejuk supaya tidur nyenyak selama musim panas.
Tapi, Anda juga tidak perlu membuka jendela untuk menjaga kamar tetap sejuk dan dingin selama musim panas. Adam Pawson, Kepala Digital di Safestyle, mengatakan membuka jendela untuk membuat kamar tetap sejuk tanpa AC dan kipas itu bukanlah pilihan terbaik.
Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa membuka jendela. Anda bisa atau tidaknya membuka jendela kamar tergantung pada posisinya.
"Jika jendela menghadap ke selatan, sebaiknya tutup gorden atau buka jendela pada posisi ventilasi yang umum untuk memungkinkan udara masuk. Jika jendela Anda menghadap ke utara, Anda disarankan untuk menutupnya guna menghindari udara panas masuk," kata Adam dikutip dari Express.
Berikut ini, ada beberapa cara untuk membuat kamar tidur lebih sejuk selama musim panas.
1. Memilih kasur yang tepat
Jonathan Warren, direktur spesialis tempat tidur di Time4Sleep, menekankan betapa pentingnya memilih kasur yang nyaman dan tepat untuk membantu tidur lebih nyenyak selama musim panas.
Karena, ada sejumlah pilihan kasur yang bisa membantu mengatur suhu tubuh. Secara umum, kasur dengan bahan alami yang tinggi, seperti wol, kapas atau bambu termasuk pilihan tepat bagi Anda yang kesulitan tidur ketika musim panas.
Baca Juga: Cegah Varian Virus Corona Bermunculan, Pakar Sarankan Tunda Liburan!
Sebab, bahan kasur yang alami cenderung lebih dingin dan hipoalergenik. Selain itu, Anda juga bisa memilih kasur busa yang memiliki teknologi pengatur suhu tubuh dan membantu Anda tetap merasakan sejuk selama tidur di musim panas. Bahkan kasus ini juga bisa menghangatkan tubuh ketika musim dingin.
2. Mengganti seprai
Cara lain untuk tidur nyenyak selama musim panas adalah gunakanlah seprai yang berbahan alami agar lebih dingin. Seprai yang tipis dan ringan bisa membantu tubuh lebih nyaman, dingin dan tidak berkeringat selama tidur di musim panas.
Lucy Ackroyd, Kepala Desain di Christy England, mengatakan seprai kapas murni memiliki manfaat sensorik dan bisa bernapas secara alami. Seprai beebahan dasar kapas juga bisa membantu mengatur suhu dan tingkat kelembapan saat Anda tidur, berbeda dengan serat sintetis.
"Tidak hanya itu, kain dengan jumlah benang tinggi lebih halus di kulit, sehingga lebih nyaman dan tidak kasar di kulit, terutama pada pakaian tidur," jelasnya.
Anda bisa mencoba seprai percale daripada seprai satin, karena dibuat dengan tenunan yang lebih longgar dan jauh lebih dingin.
"Selain memastikan Anda memiliki seprai yang nyaman untuk musim panas, Anda juga harus memastikan bahwa Anda memiliki selimut yang nyaman pula," ujarnya.
3. Batasi jumlah cahaya yang masuk ke rumah
Tirai dan daun jendela tidak hanya digunakan untuk menahan cahaya, tetapi juga dapat digunakan untuk mengontrol suhu secara efektif di rumah.
Pengecer tirai online 247 Blinds, memberikan saran mengenai pilihan tirai terbaik untuk musim panas dan musim dingin.
Jason Peterkin, direktur di 247 Blinds, mengatakan pertimbangkan faktor-faktor, seperti arah jendela. Misalnya, ruangan yang menghadap ke selatan akan mendapatkan keuntungan dari bahan termal yang lebih tebal untuk membantunya tetap dingin.
Secara umum, tirai kayu venetian dan daun jendela perkebunan sangat bagus untuk menjaga suhu di dalam rumah. Karena, tirai dan jendela bahan itu bisa membatasi jumlah cahaya yang masuk ke dalam ruangan dengan mengubah ukuran celah di antara bilah.
"Kayu juga bertindak sebagai konduktor panas alami, sehingga membantu udara hangat keluar selama musim panas," katanya.
Jika Anda ingin menghalangi cahaya sinar matahari sepenuhnya, pilihlah tirai anti tembus pandang. Kainnya yang tebal tidak hanya membantu mengatur suhu rumah, tetapi juga memastikan Anda mendapatkan tidur malam yang lebih nyenyak selama musim panas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi