Suara.com - Seorang ahli memperingatkan varian baru virus corona Covid-19 dari India dan Thailand di Inggris bagaikan bukti bahwa orang-orang harus berhenti berlibur.
Karena, Profesor Christina Pagel mengatakan bahwa varian baru virus corona Covid-19 terus bermunculan dari mana-mana. Varian virus corona terbaru yang terdeteksi di Inggris pun berasal dari Thailand.
Varian virus corona Thailand di Inggris ini bermula dari seorang pelancong yang asalnya Mesir. Kemudian, ia menyebarkan varian virus corona Thailand ini ke orang lainnya.
Prof Pagel, seorang profesor Penelitian operasional di University College London, mengatakan tak satu pun kasus-kasus akibat varian virus corona itu masuk dalam daftar merah. Tapi, mereka mencatat sudah ada 100 kasus varian virus corona yang mutasinya mengkhawatirkan.
"Varian baru datang dari mana-mana dan kami perlu mengencangkan program vaksin Covid-19 untuk mencegah lonjakan kasus di musim panas," jelas Prof Pagel dikutip dari The Sun.
Menurut Prof Pagel, semua orang tidak bisa berpikir atau menduga bahwa varian baru virus corona Thailand ini akan menjadi varian yang terakhir. Karena, varian virus corona bisa bertambah dan datang lagi dari negara lain.
Sementara itu, Mesir dan Thailand sendiri juga termasuk negara dalam daftar kuning. Artinya, orang yang berasal dari negara daftar kuning bisa memasuki Inggris tanpa melakukan karantina.
Sebaliknya, mereka hanya perlu melakukan isolasi diri di rumah selama sepuluh hari. Di samping itu, orang Inggris sendiri juga mungkin bebas berpergian ke negara-negara daftar kuning dan kembali lagi ke negaranya sendiri.
Karena itu, Prof Pagel lebih menyarankan untuk menunda perjalanan internasional sementara waktu ini. Supaya, kita bisa mencegah penyebaran varian baru virus corona Covid-19 yang terbaru.
Baca Juga: Lagi, Varian Baru Virus Corona Thailand Terdeteksi di Inggris
Sebaiknya, pemerintah memastikan warganya telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 penuh, terutama orang-orang yang sangat rentan terinfeksi.
Adapun dua jenis vaksin Covid-19 yang telah disetujui Inggris, yakni vaksin AstraZeneca dan Pfizer disebut memberikan perlindungan setidaknya 66 persen terhadap varian baru virus corona Covid-19.
Public Health England (PHE) mengungkapkan varian baru virus corona Thailand yang sedang diselidiki sekarang ini juga dikenal sebagai C.36.3. PHE mengatakan 109 kasus varian virus corona Thailand ini telah ditemukan di Inggris.
Pemerintah Inggris menekankan tidak ada bukti bahwa varian virus corona ini menyebabkan penyakit yang lebih parah. Mereka mengatakan varian virus corona ini telah ditetapkan sebagai varian dalam penyelidikan, karena jumlah mutasinya yang diduga mengkhawatirkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?