Anoreksia nervosa atau anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan atau penambahan berat badan yang tidak memadai.
Orang dengan anoreksia mungkin sangat membatasi asupan makanannya, berolahraga berlebihan atau membersihkan diri dengan obat pencahar atau muntah.
Anoreksia ini bisa menyebabkan seseorang mengalami intoleransi dingin akibat lemak tubuh yang tidak mencukupi. Gejala anoreksia lainnya meliputi penurunan berat badan, masalah perut, kesulitan konsentrasi, pusing atau pingsan, kelemahan, penyembuhan luka, membatasi asupan makan, dan isolasi sosial.
Pengobatan anoreksia akan melibatkan tim dokter, perawat dan ahli gizi. Seseorang mungkin mendapat manfaat dari terapi bicara, selain pengobatan biasa dan perencanaan nutrisi.
5. Penyakit arteri perifer
Penyakit arteri perifer terjadi ketika plak menumpuk di arteri yang membawa darah ke seluruh tubuh. Nama lain dari penumpukan plak ini adalah ateroslerosis.
Akumulasi plak di arteri membuatnya lebih sempit, yang berarti lebih sulit bagi darah untuk mengalir melaluinya. Penyakit arteri perifer sering menyebabkan penurunan aliran darah ke ekstremitas, rasa dingin, mati rasa, kesemutan atau nyeri di tangan, kaki, dan keduanya.
Dalam kasus yang parah, penyakit arteri perifer dapat menyebabkan kematian jaringan. Perawatan yang tepat untuk orang dengan penyakit arteri perifer adalah perubahan gaya hidup, seperti olahraga, dan berhenti merokok.
Baca Juga: Wabah Virus Corona Kembali Meledak, Malaysia Lockdown Total Mulai Besok
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya