Suara.com - Shopie Hartman (31) asal Washington, Amerika, mendapat tuduhan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anaknya yang masih berusia enam tahun.
Berdasarkan laporan pada akhir Mei ini, ibu dua anak tersebut telah memaksa anaknya menjalani setidaknya 473 prosedur medis yang tidak perlu.
Di dalam dokumen disebutkan daftar prosedur yang perlu dijalani sang anak sejak 2016, yakni pemasangan selang makanan langsung ke perut, implan hormonal, dan nutrisi parenteral total (TPN), yang dilakukan kepada pasien yang sama sekali tidak bisa mencerna seluruh jenis nutrisi.
Selain itu, sang anak juga terpaksa harus menggunakan penyangga kaki serta kursi roda, meski dokter mengatakan bahwa putri Hartman tidak memerlukan pengobatan.
Dilansir Insider, Hartman mengadopsi kedua putrinya dari Zambia, Afrika.
Putrinya yang berusia enam tahun ini sempat dirawat di Rumah Sakit Anak Seattle pada Februari lalu selama 16 hari. Tetapi dokter menemukan sang putri sehat dan membuatnya khawatir ketika membaca riwayat perawatan kedua anak yang banyak.
Direktur Rumah Sakit Anak Seattle, Rebecca Wiester, pun menulis surat kepada Departemen Anak, Remaja, dan Keluarga setempat, mendorong penyelidikan terhadap kasus anak enam tahun tersebut.
Dalam surat tersebut ditulis bahwa dokter yakin bahwa sang anak menghadapi risiko besar di tangan pengasuhnya (Hartman).
Saat polisi memeriksa Hartman, riwayat pencariannya di iPad dan iPhone-nya menunjukkan kata kunci "bagaimana mendapatkan bayaran untuk merawat anggota keluarga yang cacat", "membuat model alat bantu dengar palsu", dan "lagu pemakaman".
Baca Juga: Krisdayanti Kenang Momen Aurel Saat Keguguran, Ngeluh Sakit Usai Main TikTok
Jaksa penuntut mengatakan sejak sang anak berhenti mengonsumsi obat, kondisinya telah sembuh total dan tidak lagi membutuhkan selang makanan, TNP, kursi roda, serta kawat gigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?