Suara.com - Pemerintah India akan melakukan langkah serius untuk menuntaskan program vaksinasi massal demi mencegah kematian karena Covid-19.
Dilansir ANTARA, India akan meningkatkan dosis vaksin Covid-19 yang diberikan kepada penduduk hingga tiga kali lipat, dari 3 juta dosis perhari menjadi 10 juta dosis pada bulan Juli dan Agustus.
Vaksinasi massal kepada seluruh penduduk India yang berjumlah 1,3 miliar menjadi satu-satunya cara menurut para ilmuwan untuk menuntaskan kasus Covid-19 yang telah menginfeksi 28,1 juta rakyat India, dengan 331.895 di antaranya meninggal dunia.
"Kami tidak ragu bahwa kami akan dapat meningkatkan kecepatan vaksinasi, begitu pasokan meningkat," kata penasihat pemerintah V K Paul kepada wartawan.
Produsen vaksin seperti Serum Institute of India dan Bharat Biotech berusaha keras untuk meningkatkan pasokan, selain pembicaraan yang dilakukan India dengan produsen vaksin asing besar seperti Pfizer Inc, kata para pejabat.
Kementerian kesehatan mengatakan hampir 45 juta orang telah divaksinasi penuh atau mencakup 4,7 persen dari 950 juta populasi orang dewasa di negara itu. India memberikan hampir 2,8 juta dosis pada Senin (31/5), menurut data dari portal vaksin resminya.
Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menuai kritik atas peluncuran vaksin yang lambat meskipun India adalah salah satu produsen dosis terbesar di dunia, termasuk untuk suntikan AstraZeneca.
Beberapa negara bagian mengeluhkan kekurangan vaksin AstraZenca dan vaksin lain yang disebut Covaxin, yang dikembangkan oleh perusahaan India, Bharat Biotech.
Bulan lalu, pemerintah memerintahkan agar interval antara dua dosis AstraZeneca ditingkatkan menjadi 12-16 minggu dari 4-6 minggu, yang menurut para ahli disebabkan oleh terbatasnya persediaan.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Video Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19 Kosong, Ini Kebenarannya!
Paul mengatakan tidak ada rencana untuk mencampur dosis berbagai vaksin yang telah disarankan beberapa pejabat sebelumnya. Dia juga mengatakan setiap orang dianjurkan untuk mengambil dua dosis penuh vaksin AstraZeneca dan tidak membatasi diri pada satu suntikan saja.
"Aturan vaksin Covishield India adalah dua dosis, tidak ada perubahan. Dan Covaxin juga untuk dua dosis," kata Paul.
Pada Selasa, negara itu melaporkan kenaikan infeksi baru harian terendah selama lebih dari sebulan dengan 127.510 kasus, sementara kematian juga berada di angka terendah sejak 27 April dengan 2.795 kematian.
"Penahanan (virus) telah berhasil. Namun, itu bukan solusi yang berkelanjutan dan kami harus menemukan langkah untuk mengurangi penguncian," kata Balram Bhargava, kepala Dewan Penelitian Medis India. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
-
Sinopsis Subedaar, Film India Terbaru Anil Kapoor di Prime Video
-
Film India Dhurandhar: The Revenge Cetak Sejarah di Box Office AS, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
Sinopsis Do Deewane Seher Mein, Film India Romantis Terbaru Mrunal Thakur
-
Sinopsis Assi, Film India yang Dibintangi Taapse Pannu dan Kani Kusruti
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga