Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang bisa memicu penyakit kronis, seperti penyakit jantung. Sebagian besar kondisi ini berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat.
Tapi, tekanan darah tinggi juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan karena suhu mengubah cara pembuluh darah berperilaku. Orang yang menderita tekanan darah tinggi mungkin merasa lebih mudah untuk mengatasinya selama musim panas.
Dilansir dari Express, cuaca panas akan melebarkan pembuluh darah, artinya darah akan mengalir lebih bebas dan menurunkan tekanan darah.
Para ilmuwan dan dokter telah menjuluki kondisi ini sebagai vasokonstriksi. Tapi, itu artonya masalahnya dengan cuaca panas bukanlah tekanan darah tinggi, melainkan tekanan darah rendah.
Orang yang memiliki masalah jantung atau tekanan darah kronis harus waspadai terhadap gejalanya. Adapun gejala tekanan darah rendah, meliputi:
- Pusing atau sakit kepala ringan
- Mual
- Pingsan
- Dehidrasi
- Rasa haus tak biasa
- Masalah konsentrasi
- Penglihatan kabur
- Kulit dingin dan pucat
- Napas cepat dan dangkal
- Kelelahan dan depresi
Beberapa orang juga mengalami tekanan darah yang lebih terpengaruh oleh panas daripada yang lainnya, termasuk:
- Orang tua dan orang yang masih sangat muda
- Orang usia 75 tahun ke atas
- Orang yang menderita penyakit jantung, paru-paru dan lainnya
- Orang yang kesulitan adaptasi dengan panas
Tekanan darah tinggi cenderung berdampak pada orang selama berbulan-bulan musim dingin. Cuaca dingin juga menyebabkan pembuluh darah menyusut yang dikenal sebagai vasokonstriksi.
Orang juga cenderung lebih banyak makan dan kurang olahraga yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Dokter mungkin akan merekomendasikan orang dalam kondisi ini mengubah obat atau gaya hidupnya selama musim yang berbeda.
Baca Juga: China Didesak Ungkap Asal Usul Virus Corona, Apa Tanggapan WHO?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara