Suara.com - Kata ahli gizi tentang ucapan seorang dokter yang menyebut hati ayam tidak cocok menjadi MPASI menjadi berita kesehatan menarik dan paling banyak dibaca hari ini, Rabu (9/6/2021).
Ada juga serba-serbi penyakit gonore yang sempat dialami Gofar Hilman dan juga luka bakar kimiawi yang dialami akibat kena semen basah.
Simak rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com, berikut ini:
1. Gofar Hilman Ngaku Sempat Terkena Gonore, Penyakit Apa Sih Itu?
Penyiar sekaligus YouTuber Gofar Hilman ternyata mengaku pernah terinfeksi penyakit menular seksual yang dikenal gonorea pada beberapa waktu silap. Hal itu ia ungkap sendiri dalam podcat AMWave Parno Porno bersama Bobby Mandala pada tahun 2019 lalu.
Mulanya, lelaki pemilik nama lengkap Abudl Gofar Hilman mengungkapkan bahwa ia memang aktif secara seksual. Oleh sebab itu ia sadar untuk rutin memeriksakan diri setiap tahunnya.
2. Heboh Dokter Sebut Hati Ayam dan Sapi Tidak Sehat untuk MPASI, Ini Kata Ahli Gizi
Jeroan, seperti hati ayam atau hati sapi sebagai menu MPASI bayi maupun makanan sehari-hari anak tengan menjadi perdebatan. Setelah, seorang Spesialis gizi mengatakan bahwa hati termasuk makanan yang tidak sehat.
Baca Juga: Nasihat Pakar Terkait Sekolah Tatap Muka dan Berita Hits Kesehatan Lainnya
DR. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK(K), Spesialis Gizi Klinik, mengatakan hati ayam ataupun hati sapi adalah makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan, ia menyebut hati yang dipercaya tinggi nutrisi dan baik untuk anak-anak itu hanyalah mitos belaka.
3. Seluruh Tubuh dan Kepala Terkena Semen Basah, Bocah 7 Tahun Alami Luka Bakar Kimiawi
Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang terjadi ketika anggota tubuh kita terkena semen basah? Walau terasa dingin saat disentuh, ternyata semen basah dapat membakar kulit kita.
Itulah yang terjadi pada seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun asal Tennessee, AS. Ia secara tidak sengaja terkena semen basah di seluruh tubuh dan kepalanya ketika ia bermain di dekat seorang anggota keluarga yang sedang mencampur dan menuangkan semen.
4. Hati-Hati, Penderita Diabetes dengan Pola Tidur Buruk Berisiko Alami Kematian Dini!
Sebuah studi baru menunjukkan penderita diabetes yang memiliki masalah tidur, sebanyak 87 persen lebih mungkin mengalami kematian 9 tahun lebih cepat dibanding bukan penderita diabetes atau orang yang mengalami masalah tidur.
Studi yang terbit Selasa (8/6/2021) kemarin di Journal of Sleep Research ini menganalisis data dari hampir setengah juta peserta paruh baya di UK Biobank Study, yang menampung informasi genetik dan kesehatan penduduk Inggris.
5. Paparan Sinar Matahari Picu Kadar Gula Darah Naik, Kok Bisa?
Risiko seseorang menderita diabetes tipe 2 tergantung pada faktor genetik dan gaya hidup. Meskipun seseorang tidak bisa mengubah faktor risikonya, seperti riwayat keluarga, usia atau etnis, mereka bisa mengubah gaya hidupnya.
Tapi, banyak yang belum tahu bahwa paparan sinar matahari juga salah satu faktor risiko lain yang bisa meningkatkan kadar gula darah. Saat seseorang didiagnosis dengan diabetes tipe 2, mereka perlu memeriksanya secara rutin juga mengontrol kadar gula darahnya.
Berita Terkait
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Stop Gerakan Tutup Mulut! 3 Metode Ampuh Bikin Anak Lahap MPASI di Usia Emas
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
8 Rekomendasi Food Container Kaca Termurah, Aman untuk Wadah Makan dan MPASI
-
5 Rekomendasi Piring Makan Stainless Steel untuk Bayi, Aman, Awet, dan Lucu
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia