Suara.com - Jeroan, seperti hati ayam atau hati sapi sebagai menu MPASI bayi maupun makanan sehari-hari anak tengan menjadi perdebatan. Setelah, seorang Spesialis gizi mengatakan bahwa hati termasuk makanan yang tidak sehat.
DR. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK(K), Spesialis Gizi Klinik, mengatakan hati ayam ataupun hati sapi adalah makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan, ia menyebut hati yang dipercaya tinggi nutrisi dan baik untuk anak-anak itu hanyalah mitos belaka.
"Itu mitos (kalau hati lebih sehat daripada daging). Karena, hati itu sebenarnya salah satu organ jeroan yang sangat tinggi kolesterol. Hati itu fungsinya di dalam tubuh makhluk hidup untuk detoksifikasi, yakni menetralisir zat-zat beracun atau berbahaya yang dimakan oleh hewan tersebut," kata DR. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK(K), Spesialis Gizi Klinik dalam acara Ayo Hidup Sehat TV One.
Pernyataan dr Samuel tentang hati ayam maupun sapi itu pun menjadi viral di media sosial TikTok dan Instagram, serta menjadi perdebatan. Apalagi, ia juga menyatakan memberi anak makan hati ayam atau sapi sama halnya memberi zat-zat berbahaya yang menumpuk di hati hewan.
"Ya salah (memberi anak makan hati), sebenarnya nggak boleh. Karena, hati kolesterol tinggi dan mengandung zat-zat yang berbahaya yang dimakan sama hewan tersebut dan diolah di dalam hati. Sisa-sisanya itu sama saja diberikan ke anak," jelasnya.
Tetapi, pandangan dr Samuel itu lantas dibantah oleh DR. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, seorang ahli gizi yang mengatakan hati ayam yang penuh racun pastinya pantang dijual dan ayam yang memiliki hati penuh racun juga pasti sakit.
Dr Tan juga menjelaskan bahwa hati ayam sangat boleh ditambahkan dalam menu MPASI anak. Karena, hati ayam mengandung zat besi yang tingginya 7 kali lipat dibandingkan daging sapi. Bahkan, ia memberi tahu untuk memiliki hati ayam yang segar, merah tua, licin tidak bergerindil dan tidak amis.
"Saya marah beneran jika bangsa kita disuruh jadi pemakan suplemen dan kemasan. Sementara di luar sana orang-orang asing menikmati kekayaan alam kita. Silahkan buka banyak jurnal tentang MPASI yang sehat, murah dengan pangan lokal seperti hati ayam," ujar Dr Tan dalam story Instagramnya @drtanshotyen.
Selain itu, Dr Tan juga membantan anggapan bahwa hati yang menjadi tempat zat-zat berbahaya maupun beracun. Menurutnya, hati ayam maupun sapi yang sehat pastinya tidak penuh dengan racun.
Baca Juga: Bukti Kuat Virus Corona Rekayasa Laboratorium dan 4 Berita Kesehatan Lainnya
Sebab, jenis racun atau apapun yang dikonsumsi oleh hewan akan dipecah komponennya, dinetralisir dan dibuang melalui usus atau saluran kencing. Hati akan menjadi sakit jika dibebani terus-menerus dalam waktu lama.
"Hati hewan potong termasuk ayam dan sapi bekerja dengan cara yang sama. Jika hatinya rusak dan sakit pasti hewan ternak juga nampak sakit. Jadi, pasti tidak lolos skrining hewan potong," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini