Suara.com - Meski masih menuai pro-kontra, pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka tetap akan dilaksanakan mulai bulan Juli mendatang.
Terkait hal ini, Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menekankan keselamatan siswa harus menjadi prioritas.
"Sesuai arahan presiden, PTM terbatas diikuti peserta sebanyak 25 persen dari total kapasitas ruang belajar, kegiatan pembelajaran tatap muka tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu dengan durasi maksimum 2 jam setiap pertemuan," kata Wiku saat memberikan keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Rabu, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka juga harus sudah divaksin dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid," tegasnya.
Dia menekankan, upaya mengutamakan keselamatan para siswa atau peserta didik memiliki alasan kuat. Sebab data menunjukkan bahwa masyarakat usia sekolah yakni 6-18 tahun menyumbang 9,6 persen dari kasus positif nasional. Sementara 0,6 persen di antaranya menyumbang kasus kematian nasional.
"Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas," jelasnya.
Disamping itu, kata dia, pemerintah daerah juga diminta menekan laju penularan dan menurunkan angka kasus aktif di wilayahnya masing-masing.
Wiku menegaskan, upaya menekan angka kasus aktif penting dilakukan, karena potensi lonjakan kasus pasca-lebaran masih mengancam.
"Sehingga munculnya lonjakan kasus di berbagai daerah harus diantisipasi terutama pada kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan dan meningkatkan potensi penularan," ujar Wiku.
Baca Juga: Ini Dia Deretan 10 SMA Terbaik di Kabupaten Banyumas
Dari hasil monitoring Satgas, Pulau Jawa sendiri menjadi kontributor terbesar kasus nasional yakni mencapai 52,4 persen dari kasus yang ada. Angka ini diprediksi masih akan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.
Satgas meminta pemerintah daerah bergotong-royong di wilayahnya masing-masing ataupun antar wilayah, sehingga kebijakan penanganan dapat efektif dan tepat sasaran dalam mencegah penularan antar masyarakat termasuk mencegah masuknya importasi kasus.
"Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pemerintah melakukan upaya terbaiknya melalui langkah preventif hingga kuratif. Upaya ini dilakukan melalui peran strategis posko desa dan kelurahan. Peran posko penting dalam mencegah penularan di tataran mikro, sehingga tekanan terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan dapat dihindari," jelasnya.
Sementara itu untuk satgas di daerah, Wiku meminta adanya evaluasi skenario penanganan tingkat RT, termasuk mikro lockdown di RT yang wilayahnya masuk zona merah, agar kasus dapat dikendalikan dengan efektif.
Satgas daerah juga diminta memaksimalkan upaya pencegahan di tingkat makro dengan mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat kabupaten/kota.
Kemudian, menindak sektor-sektor yang melanggar Instruksi Mendagri No.12 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.
Berita Terkait
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Solusi Wajah Cerah saat Sekolah: 5 Bedak Padat Aman dengan Harga Pelajar
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Cewek Paling Badung di Sekolah: Anak Bandel yang Menjadi Pribadi Tangguh
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik