Suara.com - Sikat gigi minimal 2 kali sehari memang kewajiban demi menjaga kesehatan mulut dan gigi. Tapi, banyak orang berpikir menyikat gigi dengan keras akan lebih bersih dan membantu menghilangkan plak.
Faktanya, plak itu sangat lembut dan Anda bisa menghilangkannya dengan selembar kain. Sikat gigi diperlukan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut yang sulit dijangkau.
Jadi, tidak benar bahwa menyikat gigi sangat keras akan membantu menghilangkan plak. Berikut ini dilansir Bright Side, tanda-tanda Anda menyikat gigi terlalu kuat.
1. Gusi mulai surut
Setiap gigi kita dilindungi oleh enamel yang bisa rusak ketika Anda menyikat gigi berlebihan atau terlalu keras. Ketika enamel gigi ini rusak, gusi akan mulai menyusut sehingga mebuat akar gigi rentan terserang penyakit.
Jika gigi Anda mengalami kondisi ini, Anda mungkin harus menambahkan tambalan, saluran akar atau mencabut gigi yang tidak sehat lagi. Menurut dokter gigi, sekitar 10-20 persen dari seluruh populasi di seluruh dunia mengalami kerusakan gigi akibat menyikat gigi berlebihan.
2. Gigi menjadi sensitif
Gigi juga bisa menjadi lebih sensitif akibat enamel yang terkikis. Karena, akar gigi Anda sudah tidak terlindungi. Jika Anda merasa sangat sulit untuk minum minuman yang sangat panas atau sangat dingin dan menggigit makanan keras, maka Anda perlu mengunjungi dokter. Selain itu, Cobalah sikat gigi lebih lembut dan perlahan.
3. Bulu sikat gigi rusak
Baca Juga: Waspada, Virus Corona Varian Delta Terdeteksi Ada di 9 Daerah di Jabar Ini
Abrasi sikat gigi adalah penyebab paling umum dari abrasi gigi. Artinya, Anda terlah menyikat gigi sangat keras sehingga bulunya rusak. Karena itu, Anda harus mengganti sikat gigi setiap beberapa minggu sekali supaya tidak merusak gigi. Umumnya, Anda harus mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan.
4. Gigi dekat gusi tidak terlalu cerah
Gigi bagian gusi yang gelap atau tidak cerah adalah tanda Anda sudah menyikat gigi terlalu keras sehingga merusak enamel. Karena itu, gusi mulai surut dan gigi terlihat lebih kuning atau berwarna lebih gelap. Tanpa enamel, gigi lebih mudah terpapar kuman dan bakteri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien