Suara.com - Oksigen menjadi salah satu keburuhan hidup manusia. Tetapi jika Anda memiliki penyakit paru-paru atau kondisi medis lainnya Anda mungkin tidak cukup mampu mendapatkan oksigen secara alami.
Pasien Covid-19 sering kali mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, tak heran tabung oksigen mulai banyak dicari.
Melansir dari WebMD, kekurangan oksigen bisa membuat Anda sesak napas dan menyebabkan masalah dengan jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh Anda.
Dalam hal ini, terapi oksigen dapat membantu. Ini adalah cara untuk mendapatkan oksigen ekstra bagi Anda untuk bernapas.
1. Sifat Oksigen
Oksigen medis siftnya adalah oksigen dengan kemurnian tinggi yang digunakan untuk perawatan medis dan dikembangkan untuk digunakan dalam tubuh manusia.
Tabung oksigen medis mengandung kemurnian tinggi gas oksigen, tidak ada jenis gas lain yang diperbolehkan di dalam silinder untuk mencegah kontaminasi.
Ada persyaratan dan aturan tambahan untuk oksigen medis, termasuk mengharuskan seseorang memiliki resep untuk memesan oksigen medis.
2. Fungsinya
Baca Juga: Selama PPKM Darurat, Polda Jateng Sekat Akses Jalan Perbatasan di Jawa Tengah
Melansir dari Healthline, terapi oksigen bisa sangat bermanfaat bagi mereka yang sering mengalami kadar oksigen rendah, apa pun alasannya.
Jika diperlukan, penggunaan terapi oksigen secara teratur dapat membuat orang menjadi lebih aktif dan bergerak dengan mengurangi sesak napas.
Ini juga dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup, dan dalam banyak kasus memperpanjang harapan hidup.
Terapi oksigen juga dapat mengurangi gejala seperti:
- Sakit kepala
- Sifat lekas marah
- Kelelahan
- Pergelangan kaki bengkak
Terapi oksigen dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak yang memiliki kondisi paru-paru kronis.
Ini juga dapat mengurangi gejala seperti sakit kepala yang disebabkan oleh kadar oksigen yang rendah, dan perubahan perilaku atau masalah.
3. Kegunaan
Terapi oksigen diresepkan untuk orang-orang yang tidak bisa mendapatkan cukup oksigen sendiri. Ini sering karena kondisi paru-paru yang mencegah paru-paru menyerap oksigen, termasuk:
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Radang paru-paru
- Asma
- Displasia bronkopulmonalis, paru-paru yang kurang berkembang pada bayi baru lahir
- Gagal jantung
- Fibrosis kistik
- Apnea tidur
- Penyakit paru-paru
- Trauma pada sistem pernapasan
4. Risiko Bahaya
Melansir dari Myhealth, menggunakan oksigen medis secara berlebihan bisa menyebabkan keracunan oksigen. Tingkat oksigen yang terlalu tinggi dapat membahayakan jaringan paru-paru.
Kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru dapat terisi dengan cairan dan bisa membuat paru-paru tidak lagi mengembang (paru-paru kolaps).
Paru-paru kemudian tidak bisa menghirup udara secara normal. Hal ini dapat mempersulit paru-paru untuk mengirim oksigen ke dalam darah.
Tanda Anda keracunan oksigen adalah batuk, iritasi tenggorokan ringan, nyeri dada, kesulitan bernapas, otot berkedut di wajah dan tangan, pusing, penglihatan kabur, mual, perasaan tidak nyaman, kebingungan, hingga kejang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia