Suara.com - Tidak diragukan lagi, membaca buku adalah kegiatan positif yang tidak hanya bisa merangsang otak dan juga kreativitas.
Faktanya, orang-orang hebat lahir dari mereka yang rajin membaca buku. Membaca buku pun tidak dibatasi oleh genre. Manfaat bisa didapat dari membaca paa saja, mulai dari buku non-fiksi, sosial, novel, bahkan buku pemikiran.
Membaca tidak hanya sebagai aktivitas biasa atau pengisi waktu, melainkan juga terbukti meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.
Nah, apa saja sih keuntungannya dari membaca buku? Ini dia daftar keuntungannya yang dilansir dari GMS:
Kurangi stres
Sebuah studi tahun 2009 menemukan, membaca buku bisa mengurangi stres sebesar 70 persen. Bahkan studi ini juga menemukan, membaca selama enam menit memiliki dampak besar dalam mengurangi stres.
Meningkatkan kualitas tidur
Dikatakan, membaca buku bisa membantu seseorang untuk lebih mudah meningkatkan siklus tidur. Bukan berarti ditandai membaca buku sama saja bikin ngantuk, tapi sisi positif dari membaca buku juga bisa menghindari dari penggunaan gawai saat malam hari.
Tentunya, membaca buku sebelum tidur akan memacu pemikiran yang bisa menambah wawasan Anda.
Baca Juga: Ingin Jadi Penulis, Ketahui Problematika Dan Lika-Liku Dunia Literasi Indonesia
Meningkatkan kemampuan berempati
Jika membaca buku kategori sosial atau human interest, dikatakan bisa membantu Anda dalam meningkatkan rasa empati terhadap lingkungan sosial.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa ketika membaca buku novel fiksi, akan membantu dalam memahami karakter orang lain.
Mengatasi masalah mental
Membaca buku bisa menjadi terapi yang baik untuk Anda. Bahkan, membaca buku bisa membantu mengurangi kecemasan, rasa sedih, dan juga depresi.
Salah satu yang bisa mengatasi masalah ini adalah, dengan membaca buku pengembangan diri, yang bisa menjadi panduan dalam menjalankan hidup yang lebih positif.
Berita Terkait
-
Of Love and Other Demons: Kritik Tajam terhadap Takhayul dan Prasangka
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Eighty Six: Ketika Manusia Dijadikan Mesin Perang oleh Negaranya Sendiri
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh