Suara.com - Ada banyak efek samping suntik vaksin Covid-19 yang sifatnya ringan dan reaktogenik. Sebagian besar efek samping ini cenderung hilang sendiri tanpa perawatan medis khusus, salah satunya nyeri lengan.
Setelah Anda suntik vaksin Covid-19, Anda biasanya akan mengalami rasa sakit, nyeri dan terkadang membengkak di area lengan yang disuntik. Rasa sakit dan nyeri lengan merupakan salah satu efek samping paling umum dari suntik vaksin Covid-19.
Efek samping vaksin Covid-19 ini bisa muncul dalam beberapa cara. Sebagian besar, efek samping muncul dalam bentuk reaksi sistematis dan inflamasi.
Pada kebanyakan orang yang divaksinasi, nyeri di lengan yang disuntik atau mengalami nyeri, kaku dan kesulitan menggerakkan lengan. Meski begitu, mati rasa dan rasa sakit akibat vaksin Covid-19 bisa bersifat sementara.
Sebenarnya dilansir dari Times of India, rasa sakit dan nyeri di area suntikan salah satu efek samping dari suntikan vaksin Covid-19. Efek samping ini juga merupakan bagian dari respons lokal ketika Anda divaksinasi, yaitu efek yang muncul di area suntikan.
Reaksi yang menyebabkan nyeri lengan adalah cara tubuh pertama kali merasakan vaksin Covid-19. Saat Anda mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, tubuh akan menganggapnya sebagai cedera, seperti peradangan atau luka dan mengirimkan sel kekebalan ke lengan dan melemaskan pembuluh darah.
Sel-sel kekebalan juga menyebabkan peradangan, yang nantinya membantu Anda melindungi diri dari patogen yang sama jika Anda terinfeksi.
Selain rasa sakit, beberapa orang juga bisa mengalami rasa sakit, iritasi dan bengkak di area suntikan. Sedangkan, suntikan vaksin Covid-19 mRNA juga bisa menyebabkan bercak gatal dan bengkak di lengan.
Sebagian besar efek samping vaksin Covid-19 berlangsung selama 2-3 hari dan hal yang sama terjadi pada nyeri lengan setelah vaksinasi.
Baca Juga: Lampung Rawan Penularan COVID-19 Varian Delta
Jika Anda mengalami lebih banyak peradangan atau cenderung lebih sensitif terhadap rasa sakit, rasa sakit itu bisa meregang hingga 5 hari setelah vaksinasi. Jika rasa sakit tidak meredak seminggu setelah vaksinasi, Anda perlu konsultasi dengan dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan