Suara.com - Anak muda dan paruh baya bisa mengalami risiko gagal jantung lebih tinggi daripada lansia. Dalam hal ini, risiko gagal jantung meningkat drastis pada akibat hipertensi, diabetes, dan merokok.
Melansir dari Medical Xpress, penelitian yang diterbitkan pada BMJ ini menggarisbawahi perlunya intervensi perilaku untuk mencegah gagal jantung.
"Jika kita fokus pada individu yang lebih muda dan setengah baya ini dan mengurangi obesitas, hipertensi, diabetes, dan merokok, kita mungkin dapat membuat perbedaan besar," kata Sanjiv Shah, MD, yang juga profesor Kedokteran di Divisi Kardiologi.
Gagal jantung adalah penyebab utama rawat inap bagi orang-orang di atas usia 65 tahun, penyakit ini sering dianggap sebagai penyakit yang berhubungan dengan penuaan.
Namun, dekade terakhir telah terlihat peningkatan jumlah kasus pada orang yang lebih muda dan setengah baya, yang memerlukan pemeriksaan lebih dekat terhadap faktor risiko pada populasi ini.
Dalam studi tersebut, Shah dan rekan-rekannya menganalisis tiga kohort epidemiologi besar. Populasi penelitian berjumlah hampir 25.000 orang.
Selama rata-rata tindak lanjut 12,7 tahun, sekitar satu persen pasien di bawah 55 tahun, 10 persen pasien berusia 55 hingga 64 tahun, dan 18 persen pasien 65 tahun ke atas mengalami gagal jantung. Faktor risiko termasuk hipertensi, diabetes, riwayat merokok saat ini dan infark miokard.
Hipertensi dikaitkan dengan peningkatan tiga kali lipat risiko gagal jantung di masa depan pada peserta muda dibandingkan dengan risiko 1,4 kali lipat pada peserta lanjut usia.
Namun Shah menegaskan bahwa ada batasan untuk menafsirkan hasil penelitian ini. Dampak faktor risiko mungkin agak tertutup pada individu yang lebih tua karena hipertensi dan diabetes lebih umum di antara populasi yang lebih tua.
Baca Juga: Asupan Kafein Tinggi Meningkatkan Risiko Glaukoma pada Orang dengan Riwayat Genetik Ini
"Dengan individu yang lebih muda, kami memiliki peluang lebih besar untuk campur tangan dan mencegah gagal jantung," tutup Shah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat