Suara.com - Memasuki bulan Juli, sejumlah negara di dunia mulai memasuki musim panas. Pakar mengingatkan sejumlah penyakit yang rentan menyerang di musim panas.
Dr Serpil Kilinc, dari Bayindir Health Group Turki, mengatakan bahwa sejumlah penyakit musim panas mulai dari heatstroke (serangan panas), infeksi, hingga gigitan serangga dan keracunan makanan mengintai Anda.
Melansir Anadolu Agency, heatstroke alias serangan panas bisa menyerang Anda ketika beraktivitas di luar ruangan. Serangan panas terjadi ketika tubuh sulit menyeimbangkan temperatur di dalam tubuh.
Gejala yang paling umum ditemui antara lain badan terasa panas, kulit kering, detak jantung dan napas meningkat, hingga sulit konsentrasi.
Kilinc juga mewanti-wanti tentang risiko keracunan makanan yang terjadi akibat kontaminasi bakteri. Jika Anda muntah-muntah, diare, dan mengalami sakit perut, patut dicurigai mengalami keracunan makanan.
Risiko penyakit musim lain adalah infeksi yang ditularkan lewat serangga. Salah satunya adalah demam berdarah dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti.
"Berpiknik di luar rumah misalnya, bisa meningkatkan risiko gigitan serangga. Nyamuk misalnya, diketahui bisa menularkan beberapa penyakit seperti malaria, demam berdarah," tuturnya.
Untuk mengurangi risiko serangan penyakit pada musim panas, dr Kilinc menganjurkan Anda untuk keluar rumah menggunakan kacamata hitam dan toipi.
"Jangan lupa juga gunakan tabir surya untuk melindungi kesehatan kulit. Gunakan juga pakai yang berbahan tipis dan warna cerah. Penting juga cukupi kebutuhan cairan Anda dengan minum air putih," tuturnya.
Baca Juga: Ingin Pelesir Naik Vespa Menikmati Musim Panas di Italia? Ayo Ikut "Luca"
Berita Terkait
-
Anime Ushiro no Shomen Kamui-san Siap Tayang Musim Panas 2026
-
Alasan Andre Onana Ditendang Manchester United, Masuk Akal Sih
-
Musim Panas Ekstrem, Harga Beras di Jepang Naik 90 Persen
-
15 Negara Tujuan Thom Haye, Jendela Transfer Masih Terbuka Termasuk Liga Indonesia
-
Makin Panas! FC Twente Ancam Mees Hilgers
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital