Suara.com - Covid-19 juga bisa menyerang anak-anak. Kondisi ini membuat kita semua harus mampu memahami apa yang harus dilakukan untuk melindungi anak dari paparan Covid-19.
Membantu memberi dukungan bagi Ibu sebagai penjaga kehangatan keluarga, Kata Oma, brand telur gabus camilan otentik Indonesia berinisiatif membangun suatu wadah informasi melalui kampanye #BijakBersamaOma.
Pada kesempatan pertamanya, #BijakBersamaOma mengadakan sebuah kelas edukasi tentang kesehatan dengan tema “Lindungi Si Kecil Dari Covid-19” bekerja sama dengan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading mengadakan Instagram Live beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para orangtua hal apa sajakah yang harus diperhatikan untuk melindungi anak dari Covid-19, serta tindakan korektif yang dapat dilakukan jika anak terindikasi positif Covid-19.
Mengutip siaran pers yang diterima Suara.com, dr. Juliana Refanya Labora, Sp.A yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan oleh orangtua untuk melindungi anak di tengah pandemi Covid-19, yaitu:
1. Jangan lupa untuk menggunakan masker bagi anak di usia 2 tahun ke atas. Orangtua harus selalu menekankan pentingnya menggunakan masker kepada anak untuk mencegah Covid-19. Namun, untuk anak yang usianya dibawah 2 tahun, boleh gunakan face shield saja
2. Sebaiknya anak diajak untuk berjemur di bawah sinar matahari antara pukul 10.00 - 15.00. Tidak perlu lama-lama, maksimal 15 menit saja
3. Anak-anak harus diberi pengertian untuk mengikuti protokol kesehatan. Jangan bawa tamu ke dalam rumah dan jauhkan anak dari orang yang tidak serumah. Karena orang tersebut bisa saja membawa virus Covid-19.
Kemudian dr. Juliana juga menambahkan, “Yang paling penting saat pandemi ini adalah menjaga daya tahan tubuh dengan selalu makan makanan yang bergizi dan minum vitamin. Vitamin yang baik untuk anak-anak agar tercegah Covid 19 ataupun sudah terserang covid-19 yaitu vitamin C, D, dan B kompleks. Mari sebagai orangtua kita harus selalu menjaga asupan buah hati kita untuk melindunginya dari pandemi.”
Pada sesi keduanya, dr. Juliana melanjutkan, apabila orangtua negatif tetapi anak positif, anak tetap harus didampingi. Hal ini bisa disiasati dengan tetap menjaga kebersihan dan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan setelah berinteraksi dengan anak, gunakan masker dan face shield, disinfektan area rumah, serta melakukan swab apabila orangtua sudah mulai timbul gejala.
Dr. Juliana juga memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan apabila anak yang terkena Covid-19 masih bayi atau balita, yaitu paling penting makan dan minum yang teratur selama isoman, serta harus tetap aktif walaupun terkena Covid-19. Kemudian orangtua ataupun pengasuh juga jangan dari kelompok yang rentan terkena paparan Covid-19 seperti lansia atau yang memiliki penyakit komorbid. Ruangan, alat makan, dan kebutuhan sehari-harinya juga harus terpisah dengan anggota keluarga lainnya.
Baca Juga: Mulai Pekan Depan, Pemda DIY Bagi Obat Gratis Bagi Pasien Covid-19 yang Isoman
Acara diskusi yang diikuti oleh kurang lebih 109 orang ini setidaknya dapat membantu para orang tua dalam menghadapi masa pandemi covid-19 yang saat ini kasusnya kian hari semakin meningkat. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta per 10 Juli 2021 tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 13 persen dari 12.920 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Rinciannya, yaitu 1.256 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 426 kasus adalah anak usia 0-5 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat