Suara.com - Work form home alias WFH rentan menyebabkan sakit pinggang dan punggung, karena posisi duduk yang terus-menerus dilakukan.
Dilansir melalui News18, ada faktor-faktor tertentu yang dapat Anda ingat untuk mencegah sakit punggung, di antaranya:
Kursi
Memilih kursi yang cocok untuk Anda dan punggung Anda adalah yang paling penting. Pilih kursi yang memperbaiki postur duduk Anda dan menghindari tekanan pada punggung Anda.
Jauhi beanie bag, lebih baik pilih kursi kantor, yang didesain untuk menjaga postur tubuh yang sehat.
Sikap
Ini adalah salah satu masalah utama yang menyebabkan kelainan bentuk pada banyak orang. Postur yang baik melibatkan kaki Anda rata di tanah, punggung lurus, pinggang Anda menyentuh bagian belakang kursi, dan komputer Anda setidaknya setinggi bahu.
Menyelaraskan komputer
Layar tempat Anda bekerja harus berjarak setidaknya satu kaki dari mata Anda, untuk menghindari ketegangan.
Baca Juga: Lengkap dan Jelas! 10 Perbedaan PPKM Darurat dan PPKM Mikro, Jangan Bingung Lagi Yah
Menjaga komputer sejajar dengan mata sangat ideal, karena akan menghentikan Anda dari memiringkan kepala ke atas atau ke bawah, yang dapat membuat leher Anda tegang, dan dapat menyebabkan masalah parah di masa depan.
Menghindari pekerjaan sama sekali untuk menyembuhkan sakit punggung bukanlah keputusan yang bijaksana bagi siapa pun.
Yang bisa kita lakukan adalah beristirahat secara teratur di sela-selanya, berjalan-jalan kecil di luar atau hanya berdiri di balkon Anda.
Semua ini dapat memberi pikiran, mata, dan tubuh Anda istirahat yang sangat dibutuhkan, yang terbukti sangat berharga.
Berita Terkait
-
Aturan WFA Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H, Perusahaan Diminta Ikuti Regulasi
-
Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari
-
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH
-
5 Krim Pereda Nyeri Punggung untuk Usia 45 Tahun ke Atas, di Bawah 100 Ribu Rupiah
-
Pemerintah Kaji Program Work from Mal, APBI Sebut Sejalan dengan Tren Kerja Fleksibel
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia