Suara.com - Hasil penelitian ilmiah menunjukan bahwa obat antibiotik azithromycin tidak efektif untuk pengobatan pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Hasilnya, tidak ditemukan penurunan gejala apapun dari efek konsumsi obat tersebut.
Para peneliti dari University of California San Francisco itu membandingkan azithromycin dengan plasebo dalam penelitian.
Penelitian tersebut diterbitkan di JAMA Network pada 16 Juli 2021. Mereka menganalisis 263 pasien Covid-19 rawat jalan, 171 di antaranya diobati dengan antibiotik oral 1,2 gram dosis tunggal. Sementara 92 pasien diberi plasebo.
Setelah dua minggu, para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang signifikan penurunan gejala Covid-19 pada pasien yang minum azithromycin maupun plasebo.
Terlebih lagi, pada hari ke-21, lima peserta konsumsi azithromycin justru dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lamjut. Sementara pada kelompok plasebo tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit.
Ketua departemen kedokteran dan kepala penyakit menular di Gunung Sinai Nassau Selatan Dr. Aaron Glatt mendukung hasil penelitian tersebut. Ia menyampaikan bahwa azithromycin bukanlah obat yang harus digunakan untuk mengobati Covid-19.
"Tidak ada bukti bahwa itu memberikan manfaat apapun untuk mengobati Covid-19 dan tidak boleh digunakan kecuali ada indikasi bakteri yang tepat," ucapnya, dikutip dari Fox News.
Antibiotik sejenis azithromycin sering digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti pneumonia dan infeksi menular seksual, menurut Dr. Anthony J. Santella, profesor administrasi dan kebijakan kesehatan dan koordinator universitas COVID-19 di University of New Haven.
"Jadi, mengeksplorasi penggunaannya untuk mencegah gejala Covid-19 masuk akal menggunakan desain uji klinis yang kuat. Kita harus ingat ini adalah satu studi penelitian dan kita tidak akan pernah mengubah pedoman pengobatan tanpa mereplikasi penelitian dan mendapatkan panel ahli untuk meninjau data studi secara independen," tuturnya.
Baca Juga: Tarif Kremasi Jenazah Pasien COVID-19 Capai Rp 45 Juta, Wagub DKI Bilang Begini
Antibiotik pertama kali diperkenalkan ke perawatan Covid-19 karena sifat anti-inflamasinya yang dihipotesiskan untuk membantu menghentikan perkembangan jika diberikan sejak dini, demikian penulis utama Catherine E. Oldenburg, MPH, asisten profesor di UCSF Proctor Foundation, menulis dalam rilis berita yang diposting ke EurekAlert.org.
“Temuan ini tidak mendukung penggunaan rutin azithromycin untuk infeksi SARS-CoV-2 rawat jalan,” tulis Oldenburg.
Pakar lain menyebut hasil penelitian tersebut mengkhawatirkan tetapi tidak sepenuhnya tidak terduga. Dr. Ryan Miller, spesialis penyakit menular di Klinik Cleveland, mencatat bahwa antibiotik telah terbukti mengurangi jumlah pasien yang dirawat kembali dengan penyakit obstruktif paru kronis (PPOK).
Selain itu, efek anti-inflamasi yang diketahui dari pengobatan membantu mengurangi efeknya dari PPOK.
Dia juga memperingatkan bahwa antibiotik memiliki efek samping yang signifikan dan berpotensi mematikan, salah satunya dapat mengakibatkan irama jantung abnormal yang mencegah darah dipompa ke seluruh tubuh.
"Untuk alasan ini, saya dan rekan-rekan dokter penyakit menular saya cenderung melakukan kesalahan di sisi keengganan ketika memberikan terapi tambahan tanpa manfaat yang terbukti. Setiap obat memiliki risiko reaksi yang merugikan," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 8 Sepatu Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan!
- Ramalan Shio Besok 29 November 2025, Siapa yang Paling Hoki di Akhir Pekan?
- Cek Fakta: Jokowi Resmikan Bandara IMIP Morowali?
- 3 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Terbaik Diskon 70 Persen di Foot Locker
- 7 Rekomendasi Sepatu New Balance Diskon 70 Persen di Foot Locker
Pilihan
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
Terkini
-
Diabetes Makin Umum di Usia Muda, Begini Cara Sederhana Kendalikan Gula Darah
-
VELYS Robotic-Assisted: Rahasia Pemulihan Pasca Operasi Lutut Hanya dalam Hitungan Jam?
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan