Suara.com - Makan makanan yang meningkatkan kualitas otak sangat dianjurkan guna memelihara fungsi kognitifnya. Apalagi otak membutuhkan banyak bahan bakar karena menggunakan 20 persen kalori tubuh.
Di bawah ini merupakan jenis-jenis makanan yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak dan sangat baik dikonsumsi setiap hari. Apa saja? Berikut daftarnya!
Kenari
Dilansir dari News18, kenari merupakan makanan kaya nutrisi yang bermanfaat bagi otak Anda. Kenari kaya akan asam alfa-linolenat (asam lemak omega-3 nabati), dan senyawa polifenol.
Asam lemak omega-3 serta polifenol dianggap sebagai makanan otak yang penting karena memiliki kemampuan melawan stres oksidatif dan peradangan, yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif.
Kacang almond
Kacang almond dapat meningkatkan kadar asetilkolin di otak. Kacang almond memiliki kandungan vitamin B6, E, seng, protein yang dapat mendapatkan fungsi kognitif.
Jambu mete
Jambu mete merupakan penguat memori yang hebat. Lemak poli-jenuh dan mono-jenuh membuat jambu mete sangat penting untuk produksi sel-sel otak serta meningkatkan kekuatan otak.
Biji
Biji labu, biji rami sangat baik untuk kesehatan otak. Seng, magnesium, vitamin B terkandung dalam biji-bijian ini yang dapat meningkatkan daya ingat.
Sage
Sage kaya akan antioksidan yang mengandung vitamin K, A, C, B6, E, kalsium, mangan, besi, seng, tembaga. Hal ini menjadikan sage pilihan diet yang diperlukan untuk menyehatkan daya memori Anda.
Bluberi
Blueberi dapat memberikan otak anthocyanin, antioksidan yang menjaga kesehatan otak yang berkhasiat menunda kehilangan memori jangka pendek.
Baca Juga: Duh, Usai Sembuh dari Covid-19 Anak Masih Alami Sakit Kepala dan Otak Berkabut
Buah sitrus
Jeruk, anggur, lemon, blackcurrant kaya akan vitamin C, yanag bagus menjaga kelincahan otak. Stres, kecemasan, depresi dan penyakit degenerasi otak yang berkaitan dengan usia seperti demensia, Alzheimer juga dapat dicegah dengan konsumsi vitamin C yang cukup.
Brokoli, Kembang Kol, Kecambah Brussel, Kale
Semua sayuran silangan ini sarat dengan vitamin K yang merupakan kunci untuk meningkatkan kekuatan otak dan fungsi kognitif.
Sayuran hijau ini juga kaya akan senyawa yang disebut glukosinolat yang dapat menunda pemecahan neurotransmitter-asetilkolin. Kadar asetilkolin yang rendah dikaitkan dengan Alzheimer.
Ikan
Salmon, mackerel, tuna kaya akan asam lemak omega-3 membantu membangun membran sel dan meningkatkan daya ingat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic