Suara.com - Satu dari empat wanita memiliki Rahim terbalik atau rahim miring, tapi kebanyakan orang dengan kondisi ini tidak menyadarinya. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis cepat, karena kurangnya pengetahuan mengenai hal tersebut dan gejalanya.
Pakar menstruasi sekaligus pendiri Lunette, Heli Kurjanen, pun menjelaskan tentang rahim miring dan cara mendeteksi kondisi tersebut. Umunya, kondisi rahim itu condong ke depan dan terletak di atas kandung kemih dengan bagian atas (fundus) mengarah ke perut.
Tapi melansir dari laman Express, rahim miring atau rahim terbalik itu artinya rahim bersandar ke belakang dengan fundus mengarah ke rektum, bukan ke perut.
Variasi normal lain yang ditemukan pada beberapa wanita adalah rahim tegak, di mana fundus dalam posisi tegak. Anda mungkin pernah mendengarnya dengan nama lain seperti tipped uterus, retroflexed uterus atau retrodisplacement uterus.
Secara umum, rahim terbalik seharusnya tidak menyebabkan masalah besar. Namun, kondisi ini sering salah diagnosis atau tidak terdiagnosis, karena tidak menyebabkan gejala abnormal atau menyakitkan.
Adapun tanda-tanda rahim terbalik atau rahim miring yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Nyeri di vagina atau punggung bawah ketika berhubungan seks
- Sakit saat haid
- Kesulitan memasukkan tampon
- Peningkatan frekuensi buang air kecil atau tekanan di kandung kemih
- Infeksi saluran kemih
- Inkontinensia urine
- Perut bagian bawah menonjol.
Tapi, Anda tidak akan tahu bahwa Anda memiliki rahim terbalik dari gejala-gejala tersebut. Beberapa orang bisa menyadari posisi rahimnya terbalik atau miring ketika melakukan tes pap smear.
"Jika Anda mengalami gejala seperti seks yang menyakitkan, tindakan pertama yang diambil oleh dokter Anda mungkin termasuk serangkaian tes untuk mengetahui posisi rahim Anda, seperti endometriosis atau fibroid," kata Heli.
Meskipun rahim terbalik biasanya bukan masalah besar, tapi kondisi ini bisa menyebabkan gejala tambahan bila Anda memiliki gangguan terkait, seperti endometriosis.
Baca Juga: Pulih dari Virus Corona Covid-19, Begini Cara Atasi Batuk Kering dan Berdahak!
Dalam hal ini, Anda mungkin mengalami seks yang menyakitkan terutama ketika Anda berada di atas dan nyeri haid yang parah
Penyebab Rahim Miring
Rahim yang miring dapat terjadi secara alami atau kehamilan, pembedahan, dan kondisi medis. Heli menjelaskan bahwa rahim yang terbalik bisa menjadi variasi alami.
Umumnya, rahim bergerak miring ke depan selama atau setelah pubertas. Terkadang, ini tidak terjadi dan rahim tetap miring ke belakang. Perlengketan bisa menjadi penyebab rahim Anda miring.
Adhesi adalah pita jaringan parut yang menyatukan dua permukaan anatomi yang terpisah. Dalam hal ini, operasi panggul dapat menyebabkan perlengketan terbentuk sehingga mengakibatkan rahim miring atau terbalik.
Selain itu, endometriosis juga termasuk kondisi yang bisa menyebabkan rahim miring. Endometrium adalah lapisan rahim. Sedangkan, Endometriosis adalah pertumbuhan sel-sel endometrium di luar rahim. Sel-sel ini dapat menyebabkan retroversi dengan menempelkan rahim ke struktur panggul lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem