Suara.com - Tetap sehat di usia tua atau yang lebih dikenal sebagai konsep healthy aging menjadi impian semua orang. Didefinisikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, healthy aging merupakan proses pengembangan dan mempertahankan kemampuan fungsional atau kesehatan fisik, sosial, dan mental yang dapat membuat lansia tetap sejahtera.
Hal ini merupakan usaha dalam rangka meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Untuk itu, konsep healthy aging harus terus disebarluaskan, bukan hanya bagi kelompok lansia (senior) saja, namun juga bagi masyarakat kelompok usia dewasa (pre-senior), sehingga mereka dapat mempersiapkan usia tua yang tetap sehat.
"Setiap lansia harus didorong untuk memiliki hidup yang panjang dan juga sehat, karena saat mulai mengalami penuaan, kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis akibat penyakit tidak menular, serta meningkatnya kebutuhan mereka akan pelayanan kesehatan," jelas Dr. dr. Ray Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia.
Karenanya, dukungan pemenuhan akses kesehatan yang berkualitas serta perawatan sosial adalah yang penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan dua komponen kunci, yakni asupan nutrisi seperti intervensi nutrisi dalam bentuk functional food product dan dukungan edukasi tentang konsep healthy aging itu sendiri.
Kedua faktor ini, kata Dr. Ray, berperan untuk memaksimalkan konsep healthy aging, agar populasi dewasa muda Indonesia saat ini menjadi penduduk lanjut usia yang memiliki kualitas kesehatan yang baik serta tetap produktif di usia lanjut.
Untuk melaksanakan hal tersebut, profesi dokter umum dinilai tepat karena merupakan salah satu praktisi perawatan kesehatan lini pertama di Indonesia yang berinteraksi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada populasi dewasa secara langsung.
"Dokter umum penting untuk dibekali dengan pengetahuan dan sikap yang memadai tentang penuaan yang sehat untuk memastikan kualitas layanan kesehatan di kalangan lansia," jelasnya lagi.
Hasil penelitian tim science Nutricia berjudul General Practitioners’ Perspective towards Healthy Ageing In Indonesia yang dipublikasikan di Amerta nutrition menemukan bahwa pengetahuan dokter umum terkait healthy aging masih belum optimal.
Penelitian yang dilakukan pada 2020 tersebut menunjukkan bahwa hampir semua (92 persen) dokter umum yang menjadi responden memiliki sikap mendukung dalam memberikan nutrisi tambahan kepada orang dewasa untuk mendukung penuaan yang sehat.
Baca Juga: Duh, Lansia Punya Lebih Sedikit Antibodi Untuk Lawan Virus Corona
Namun dari segi pengetahuan, sekitar 67% responden menunjukkan hasil yang kurang memadai, terutama tentang perubahan psikologis yang terjadi pada orang dewasa.
“Dari bukti-bukti yang ada, diketahui bahwa intervensi nutrisi dapat bermanfaat bagi orang dewasa untuk menjaga kekebalan dan kesehatannya yang cenderung mengalami penurunan. Namun, intervensi nutrisi rutin sebagai suplementasi belum menjadi rekomendasi dari kebanyakan dokter umum," jelas Dr. Ray.
Mengetahui fakta ini, diharapkan para dokter umum, kata dia dapat mengusulkan identifikasi risiko nutrisi dan promosi perilaku diet sehat selama konsultasi bagi para pasien dewasa.
Agar konsep healthy aging dapat terus diterapkan oleh sebanyak mungkin masyarakat di Indonesia, Danone Indonesia turut melakukan berbagai upaya dalam mengedukasi dokter umum tentang proses penuaan yang sehat.
Salah satunya dengan melakukan kolaborasi lintas sektor bersama IMERI FKUI melalui Modul Healthy Aging untuk para dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, serta terus memberikan edukasi nutrisi dan pola hidup sehat kepada konsumen, untuk melengkapi edukasi yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi