Suara.com - Ada kemungkinan bahwa Covid-19 dapat berdampak pada otak manusia dengan cara mirip timbulnya penyakit Alzheimer.
Hal ini dinyatakan dalam data yang dikumpulkan oleh konsorsium internasional yang meninjau efek virus corona pada kesehatan otak.
Melansir dari Medicinenet, pasien Covid-19 yang sakit parah menunjukkan bukti biologis cedera otak dan peradangan serta penanda awal Alzheimer.
"Ini termasuk peningkatan tau, protein lengket yang membentuk kusut di otak pasien Alzheimer stadium lanjut," kata penulis studi Dr. Thomas Wisniewski profesor neurologi, patologi dan psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas New York Grossman.
Menurut penelitian tersebut, Covid-19 mempercepat biomarker Alzheimer dan jika Anda memiliki Alzheimer sebelumnya atau demensia terkait, Anda lebih mungkin mengalami komplikasi neurologis dan penyakit yang lebih parah.
"Fakta bahwa Covid-19 dapat meningkatkan biomarker Alzheimer menunjukkan bahwa dalam jangka panjang itu bisa menjadi faktor predisposisi untuk mempercepat patologi," kata Wisniewski.
Temuan tersebut dipresentasikan pada pertemuan tahunan Asosiasi Alzheimer yang diadakan di Denver dan online. Penelitian tersebut dianggap awal sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review.
Dalam studi ini, para peneliti mengevaluasi 310 pasien Covid-19 yang dirawat di NYU Langone Health di New York.
Dari mereka, sekitar setengahnya mengembangkan gejala neurologis, paling sering kebingungan karena ensefalopati metabolik toksik (TME), suatu kondisi di mana infeksi mengganggu fungsi otak dengan menyebabkan kelainan kimia.
Baca Juga: Sebut Pemerintah Invest Covid-19 dan Paksa Suntik Vaksin, Warga Dipersulit Jika Menolak
Pasien Covid-19 yang mengembangkan TME lebih mungkin mengalami peningkatan kadar penanda biologis dalam darah mereka yang terkait dengan cedera otak dan Alzheimer.
Penanda ini juga tampaknya terkait dengan indikator peradangan darah, menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan otak membengkak dan berpotensi merusak neuron.
"Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, bukti menunjukkan bahwa Covid-19 mungkin cukup membahayakan otak sehingga dapat mempengaruhi orang yang sehat untuk kemudian mengembangkan demensia atau Alzheimer," kata Wisniewski.
"Khususnya bagi siapa saja yang memiliki kecenderungan untuk salah satu dari kondisi neurodegeneratif ini, siapapun yang lebih tua, ini terlihat memiliki risiko yang sangat signifikan terkena Covid-19 yang dapat mendorong Anda melewati ambang," kata Wisniewski.
Temuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Alzheimer's Association dan perwakilan dari hampir 40 negara untuk mengevaluasi konsekuensi jangka panjang Covid-19 pada otak dan sistem saraf.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya