Suara.com - Tak hanya orang dewasa, anak juga berpotensi mengalami masalah kesehatan mental di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Dikatakan oleh Dokter Spesialis Anak dr. Marlisye Marpaung, orangtua perlu memerhatikan kesehatan mental anak selama di rumah aja.
“Bukan cuma orangtua ya, anak juga rentan (stres). Seperti takut keluar rumah dan cemas mendengar cerita Covid-19,” ungkapnya dalam acara Zumbathon, beberapa waktu yang lalu.
Orangtua, kata Marpaung, dapat menjadi stressor bagi anak. Diketahui beberapa masalah seperti PHK sampai masalah ekonomi yang dialami orang dewasa, bisa memengaruhi mental anak juga.
Lalu, bagaimana cara mencegah anak agar tidak stres?
Marlisye Marpaung membagikan tipsnya. Pertama, orangtua perlu memberi perhatian kepada anak selama masa pandemi.
"Sebenarnya dengan kondisi ini, ketika orangtua WFH, waktunya jadi lebih banyak. Artinya kita tidak perlu menghabiskan waktu di jalan bahkan di luar rumah,” ungkapnya lebih lanjut.
Kedua, orangtua juga perlu memberikan kesempatan diri untuk berbicara dengan anak. Seperti mendengar keluhannya, pendapatnya, bahkan perasaannya. Jika anak sudah berbicara, lanjut Marpaung, orangtua harus bisa menjadi pendengar yang baik.
“Ya jangan langsung bilang ‘Sok pintar’. Kita terima saja pendapatnya dan kita dengarkan,” katanya.
Baca Juga: Covid-19 Hempaskan Pariwisata di Tapanuli Selatan
Ketiga, orangtua juga perlu membagi waktu untuk mendampingi anak. Sebab ini bisa berdampak baik pada perkembangan anak selanjutnya.
Seperti menemani belajar dari rumah.
Menurutnya, mendampingi anak di masa pandemi merupakan tantangan yang harus orangtua lakukan.
“Anak yang harus belajar dari rumah menjadi tantangan tersendiri sekaligus orangtua. Karena anak bisa meningkatkan stressor tersendiri, apalagi saat mendengarkan materi. Jadi jangan menambahkan stres pada anak, dampingi mereka,” lanjutnya.
“Anak juga harus berikan kesempatan untuk istirahat dan melakukan apa yang dia senangi,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi