Suara.com - Maraknya gerakan relawan kemanusian bisa dimanfaatkan masyarakat selama menghadapi pandemi Covid-19.
Ini juga yang dilakukan gerakan kerelawanan di Kampung Sawah, Jatimurni, Bekasi, yang menyediakan tempat isolasi mandiri gratis.
Bantuan tersebut ditujukan bagi pasien Covid-19 yang bergejala ringan tetapi tidak bisa melakukan isolasi mandiri karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan.
Nantinya, pasien Covid-19 tersebut akan ditempatkan di gedung sekolah SMA Pangudi Luhur II, jl. Kampung Sawah, Jatimurni, Bekasi.
Ketua Tim Isolasi Mandiri Kampung Sawah Kunto menyampaikan, selain menunjukan hasil positif tes PCR Covid-19, pasien yang diterima di sana setidaknya berusia 15 tahun ke atas.
Karena selama isolasi mandiri, pasien hanya akan dibantu pemantauan medis dari dokter dan relawan.
"Usia sebenarnya kita usia remaja yang mereka sudah bisa mandiri. Prinsipnya orang yang sudah bisa mandiri. Karena di sini hanya untuk gejala ringan," kata Kunto dihubungi suara.com, Minggu (1/8/2021) kemarin.
Syarat lebih spesifik juga, pasien tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.
Pasien juga akan diminta kartu identitas diri dan surat pengantar dari RT/RW sebagai bukti rumah pasien memang tidak layak untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. Namun tidak disediakan fasilitas antar jemput, sehingga pasien harus diantarkan sendiri oleh keluarganya.
Baca Juga: Fasilitas Hotel Berbintang untuk Isoman DPR Bisa Dicabut, Syaratnya 9 Fraksi Harus Menolak
"Karena prinsipnya yang datang ke sini untuk pasien gejala ringan yang sifatnya mereka hanya untuk isolasi mandiri, daripada menularkan ke keluarga yang lain," imbuhnya.
Sementara fasilitas yang akan diberika selama isolasi mandiri di antaranya:
- Makan tiga kali sehari
- Pengawasan dokter dan pendampingan relawan selama 24 jam
- Pemeriksaan tubuh secara rutin
- Fasilitas dan kegiatan olahraga
- Obat-obatan umum dan vitamin
- Konsultasi dan pendampingan psikologi
- Dukungan dalam keadaan darurat
Apabila pasien alami gejala perburukan, relawan akan bersedia mencarikan rumah sakit rujukan Covid-19 dan mengantarkan dengan ambulans
"Kami sudah lakukan hari ini juga, kami rujuk rumah sakit Ukrida. Kami dapat dukungan juga dari tim relawan, mendukung ambulans untuk mengantar pasien yang ada di kami, karena saturasinya 91. Sehingga di rujuk ke Ukrida," cerita Kunto.
Untuk pendaftaran bisa dilakukan melalui situs bit.ly/peduli_servatius atau hubungi nomor 081282513200.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?