Health / Konsultasi
Minggu, 08 Agustus 2021 | 08:54 WIB
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengakui pasien Covid-19 bergejala berat Indonesia lebih tinggi dari rerata dunia.

Hal ini tercermin dari rerata pasien Covid-19 yang harus dirawat di rumah sakit mencapai 30 hingga 40 persen dari total kasus aktif. Sedangkan rerata dunia, hanya berkisar 20 persen pasien Covid-19 yang perlu mendapat perawatan rumah sakit.

"Kalau berdasarkan peta epidemiologi harusnya tanpa gejala maupun gejala ringan 60 sampai 80 persen, dan gejala beratnya 20 persen hanya saja. Nah, kita memang cukup tinggi 30 sampai 40 persen masih dirawat di fasilitas kesehatan," ujar Nadia dalam acara webinar bersama Redoxon, Sabtu (7/8/2021).

Sehingga apabila mengikuti peta epidemiologi dunia, idealnya minimal ada 80 persen pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena tanpa gejala atau bergejala ringan.

Namun data saat ini, kata Nadia, dari total kasus aktif Indonesia, 65 persen di antaranya pasien Covid-19 melakukan isoman di rumah. Selebihnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena bergejala sedang hingga gejala berat atau kritis.

Sementara di Indonesia per 7 Agustus 2021 tercatat ada lebih dari 500 ribu kasus aktif atau pasien Covid-19 yang masih bisa menularkan virus corona kepada orang lain.

Sejak awal pandemi Covid-19 melanda, Indonesia sudah membukukan sebanyak 3,6 juta kasus Covid-19. Lebih dari 104 juta orang meninggal karena virus yang menyerang saluran pernapasan atas ini. Sisanya 2,9 juta warga Indonesia berhasil dinyatakan sembuh.

Load More