Suara.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengakui pasien Covid-19 bergejala berat Indonesia lebih tinggi dari rerata dunia.
Hal ini tercermin dari rerata pasien Covid-19 yang harus dirawat di rumah sakit mencapai 30 hingga 40 persen dari total kasus aktif. Sedangkan rerata dunia, hanya berkisar 20 persen pasien Covid-19 yang perlu mendapat perawatan rumah sakit.
"Kalau berdasarkan peta epidemiologi harusnya tanpa gejala maupun gejala ringan 60 sampai 80 persen, dan gejala beratnya 20 persen hanya saja. Nah, kita memang cukup tinggi 30 sampai 40 persen masih dirawat di fasilitas kesehatan," ujar Nadia dalam acara webinar bersama Redoxon, Sabtu (7/8/2021).
Sehingga apabila mengikuti peta epidemiologi dunia, idealnya minimal ada 80 persen pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena tanpa gejala atau bergejala ringan.
Namun data saat ini, kata Nadia, dari total kasus aktif Indonesia, 65 persen di antaranya pasien Covid-19 melakukan isoman di rumah. Selebihnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena bergejala sedang hingga gejala berat atau kritis.
Sementara di Indonesia per 7 Agustus 2021 tercatat ada lebih dari 500 ribu kasus aktif atau pasien Covid-19 yang masih bisa menularkan virus corona kepada orang lain.
Sejak awal pandemi Covid-19 melanda, Indonesia sudah membukukan sebanyak 3,6 juta kasus Covid-19. Lebih dari 104 juta orang meninggal karena virus yang menyerang saluran pernapasan atas ini. Sisanya 2,9 juta warga Indonesia berhasil dinyatakan sembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance