Suara.com - Baru-baru ini, Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhono (SBY) menuai pujian warganet setelah hasil karya lukisannya berseliweran di media sosial. Bahkan, nama SBY sempat menjadi trending topic di Twitter pada Minggu (8/8/2021) pagi.
Lukisan indah bergambar birunya pantai yang ia beri judul "Debur Ombak di Pantai Pacitan" tersebut, pertama kali diunggah oleh Sekretaris Jenderal (Wasekjen Demokrat) Jansen Sitinda.
Jansen membagikan foto SBY yang tengah memamerkan karyanya tersebut. Dalam foto, lelaki 71 tahun itu tampak memegang lukisan dengan pemandangan pantai yang indah.
"Fresh dari studio beliau. Lukisan terbaru pak SBY pagi ini. Saya tanya uda Ossy apa judulnya "Debur Ombak Di Pantai Pacitan". Acrylic, 60X90 cm. Sebenarnya ini masih "trial" memakai kanvas dan kuas jenis baru (Winsor & Newton type Professional Galeria). Sehat selalu ayahanda," tulis Jansen melalui akun Twitter-nya, Sabtu (7/8/2021).
Ternyata, selain berpolitik, SBY memang gemar melukis, terutama untuk mengisis waktu senggangnya selama PPKM pandemi Covid-19. Ia pun menyalurkan bakat melukisnya ini yang terinspirasi dari berbagai hasil jepretan mendiang istri, Ani Yudhoyono.
Manfaat melulis untuk lansia
Selama ini, seni memang kerap digunakan sebagai terapi bagi para lansia, karena dipercaya memiliki ragam manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan hidup mereka.
Dilansir Scalabrini, studi telah menemukan bahwa lansia yang menyalurkan kegiatannya pada seni lebih jarang lakukan kunjungan ke dokter, kesehatan fisik yang lebih baik, dan tidak membutuhkan banyak obat-obatan untuk menjaga kesehatan mereka. Bukan cuma itu, lansia juga lebih jarang jatuh.
Satu studi juga pernah menghubungkan seni dengan penurunan tingkat kesepian dan depresi, bersama dengan ketangkasan tangan yang lebih baik dan moral yang lebih tinggi. Nah, berikut adalah beberapa manfaat terapi seni untuk lansia:
1. Peningkatan Memori
Pergi ke museum, melukis, memahat, dan banyak jenis terapi seni lainnya sangat membantu, dan sebenarnya dapat membantu orang yang kehilangan ingatan.
Baca Juga: Viral Presiden SBY Hobi Melukis Sejak Pandemi, Karyanya Banjir Pujian
Faktanya, Pusat Penyakit Alzheimer di Amerika Serikat percaya bahwa terapi seni dapat menjangkau penderita Alzheimer dengan mengeksploitasi bagian otak dengan kerusakan paling sedikit. Ini dapat berdampak besar pada kemampuan mereka untuk mengakses ingatan mereka.
2. Mengurangi Rasa Sakit
Banyak lansia terkena arthritis, hipertensi, dan rasa sakit lainnya. Terapi seni secara alami menenangkan dan dapat membantu mengurangi kekakuan juga peradangan.
Lansia menggunakan lengan dan jari mereka untuk seni, dan meskipun ini adalah aktivitas fisik ringan, namun ini konsisten, dan dapat membantu meningkatkan ketangkasan dan aliran darah yang lebih baik.
Dengan gerakan kecil dan terarah, mereka akam mendapat manfaat dari peningkatan koordinasi dan dapat lebih mudah mengabaikan rasa sakit karena fokus pada seni.
3. Mengurangi Stres
Terapi seni dapat mengurangi stres bagi orang-orang dari segala usia, tetapi ini sangat membantu bagi lansia dan orang-orang dengan tahap awal kehilangan ingatan.
Manusia memiliki sekitar 60 ribu pikiran sehari dan banyak di antaranya bisa berefek negatif bagi orang-orang yang berurusan dengan penuaan, jadi terapi seni sangat membantu.
Itu karena ketika lansia yang terlibat dengan aktivitas terapi seni, sering 'di zona' dan dapat menikmati pengalaman yang hampir meditatif. Rasa sejahtera ini dapat sangat mengurangi kecemasan dan stres pada mereka.
4. Mengurangi Depresi
Lansia yang berjuang dengan implikasi kesehatan, kehilangan ingatan, atau masalah mobilitas biasanya akan mengalami depresi. Ketika mereka membuat karya seni, gejala depresi sering berkurang karena suasana hati dan stimulasi kognitif.
Bahkan para lansia yang kesulitan berkomunikasi secara verbal pun masih bisa mengungkapkan pikiran dan perasaannya melalui karya seninya.
5. Peningkatan Komunikasi dan Sosialisasi
Dengan terlibat dalam proyek seni, para lansia juga dapat lebih mudah terhubung dengan orang lain, mengurangi perasaan terisolasi dan kesepian yang umum terjadi di tahun-tahun senja.
Banyak penderita demensia atau Alzheimer sulit untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan orang lain, dan terapi seni dapat membantu mereka melakukannya dengan menyediakan sarana komunikasi visual.
6. Bantuan dari Kondisi Kronis
Bertambah tua bisa sangat sulit bagi sebagian orang, terutama orang yang hidup dengan Parkinson, Alzheimer, multiple sclerosis, arthritis, demensia, atau sedang dalam pemulihan dari stroke.
Berurusan dengan kondisi ini membuat mobilitas menjadi terbatas sehingga sering membuat mereka kewalahan. Tetapi kegiatan seni dan proyek kerajinan dapat memberikan sedikit kelegaan untuk kondisi ini.
Tidak hanya melukis, membuat tembikar, permainan hingga teka-teki yang melibatkan proyek mewarnai, scrapbooking, dan kegiatan lainnya akam memberikan sesuatu yang dinanti-nantikan para lansia, sambil mengalihkan pikiran mereka dari kondisi mereka.
7. Peningkatan Fungsi Otak
Seiring bertambahnya usia, otak kita pun juga semakin menua. Hal ini dapat membuat seseorang merasa sulit untuk melakukan beberapa tugas, terutama ketika mereka hidup dengan demensia atau Alzheimer.
Terapi seni untuk lansia dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif ini, meningkatkan kemampuan mereka untuk menggunakan logika dan penalaran, memecahkan masalah, fokus pada tugas untuk jangka waktu yang berkelanjutan, dan meningkatkan memori kerja. Terapi seni juga dapat membuat perbedaan besar dalam hal kesehatan mental dan fisik lansia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa